7 Juli 2011 - 19:30

Ketua Umum Majma' Ahlul Bait bersama beberapa orang tokoh agama dan budaya menghadiri Majelis Duka mengenang setahun wafatnya Allamah Husain Fadhlullah di Beirut, Lebanon.

Menurut Kantor Berita ABNA, majelis duka mengenang setahun wafatnya Allamah Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah di Beirut Lebanon, dihadiri oleh banyak tokoh politik, ulama dan cendekiawan dalam dan luar negeri Lebanon.

Diantara yang hadir adalah ketua umum Majma Jahani Ahlul Bait Hujjatul Islam Muhammad Hasan Akhtari dan beberapa orang ulama dan pejabat beberapa departemen kebudayaan dan agama Republik Islam Iran.

Membuka majelis, Hujjatul Islam Sayyid Ali Fadhlullh selalu anak almarhum menyampaikan rasa terimakasihnya atas penyelenggaraan majelis duka tersebut. Beliau berkata, "Almarhum, bukan hanya ayah kami namun, ayah kita semua. Kepergian beliau yang sarat ilmu telah mewariskan rujukan spiritual dan gelora sentiment budi pekerti."

Beliau turut menceritakan kerasionalisme Allamah sambil berkata, "Salah satu rangkaikata Al-Marhum yang terkenal ialah, beliau selalu mengatakan "Janganlah anda korbankan pemikiran anda untuk sentimen, janganlah kerana emosi anda singkirkan fikiran sendiri; kerana akal adalah modal anda yang paling penting".

Sayyid Ali Fadhlullah selanjutnya menceritakan lebih dekat mengenai almarhum. Beliau berkata, "Salah satu rangkaian kata almarhum yang paling berkesan dan berbekas di dalam benak saya, adalah ketika beliau mengatakan, 'Janganlah karena emosi dan sentiment, kau mengorbankan pikiran dan menyingkirkannya, karena akal dan pikiran bagi setiap manusia adalah modalnya yang paling berharga."

Ali Fadhlullah menambahkan, "Meskipun Allamah Fadhlullah sudah pergi meninggalkan kita, namun kita masih juga merasakan kehadiran beliau di tengah-tengah kita.  Beliau adalah seseorang yang selalu menasehatkan kita agar tidak pernah berhenti berpikir dan berjuang. Beliau juga pendamba ukhuwah, bukan hanya antar agama namun juga antar mazhab dalam internal kaum muslimin.  Beliau senantiasa menyampaikan untuk lebih mendahulukan ukhuwah dan perpaduan diatas kepentingan-kepentingan pribadi ataupun golongan."

Mengenai pembelaan Allamah terhadap perjuangan Islam, beliau mengatakan, "Allamah Fadhlullah selalu mengatakan, kita tidak akan bertoleransi  dalam menghadapi kezaliman, karenanya kita tidak sekali-kali akan menyerahkan  Palestina, bahkan kita bersama dengan pejuang-pejuang Palestina. Oleh karena itu bersama-samalah kita teruskan prosedur jalan ini. Demi sebuah  fondasi yang kokoh, semua pihak hendaklah meneruskan perjalanan kita. Karena itu juga, seluruh kekuatan dan elemen perjuangan termasuk elemen  akhlak dan pemikiran harus diterapkan dalam jihad menentang musuh yang tidak  tahu apa pun kecuali kekerasan dan kekejian. "

Al-Marhum Ayatullah Sayid Muhammad Husain Fadhlullah adalah salah seorang yang semasa hidupnya aktif sebagai anggota Syura Pusat Majma' Jahani Ahlul Bait yang merupakan aktivis yang memiliki peran penting dalam pembentukan dan pemikir mengenai gerak kerja Majma.