25 Juni 2011 - 19:30

Hadhrat Ayatullah Al Uzhma Ali Khamanei Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjelang dhuhur Sabtu kemarin (25/6) dalam pertemuannya dengan Agha Hamid Karzai presiden Afghanistan menyampaikan harapan rakyat Iran agar rakyat Afghanistan mampu memperoleh kemerdekaan politiknya sesegera mungkin sehingga tidak lagi mendapat tekanan dan intervensi kekuasaan asing.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hadhrat Ayatullah Al Uzhma Ali Khamanei Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjelang dhuhur Sabtu kemarin (25/6) dalam pertemuannya dengan Agha Hamid Karzai presiden Afghanistan menyampaikan harapan rakyat Iran agar rakyat Afghanistan mampu memperoleh kemerdekaan politiknya sesegera mungkin sehingga tidak lagi mendapat tekanan dan intervensi kekuasaan asing. Beliau berkata, "Aghanistan adalah sebuah Negara yang memiliki sejarah besar, budaya, agama, kesungguhan dan kelayakan untuk menentukan takdirnya sendiri. Semakin cepat Afghanistan mampu keluar dari tekanan dan bayang-bayang kekuatan asing, maka akan semakin cepat pula rakyat Afghanistan memperoleh manfaatnya dan juga bernilai positif bagi perkembangan di kawasan."

Pemimpin Besar Revolusi Islam ini kemudian menyinggung ruhiyah dan semangat perlawanan yang tinggi rakyat Afghanistan dalam menghadapi kekuatan asing di negaranya. Beliau berkata, "Keteguhan rakyat Afghanistan dalam menghadapi berbagai ujian menunjukkan jati diri bangsa ini, yang jarang ditunjukkan bangsa lain sepanjang sejarah. Rakyat Afghanistan tidak pernah menyepakati kehadiran dan campur tangan AS di Negara mereka, sebab AS hanya menawarkan kebinasaan bagi mereka dan juga bagi Negara-negara kawasan."

Lebih lanjut Rahbar kemudian menyinggung AS yang mengalami kemunduran. Beliau berkata, "AS dibanding tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan kemunduran dan kelemahannya baik pengaruhnya di kawasan maupun di dunia. Namun AS masih terus berusaha untuk menutupi kekurangan dan kelemahannya yang telah mulai kehilangan pengaruh di kawasan, namun sampai saat ini tidak menunjukkan hasil apa-apa.".

Mengenai pidato Presiden AS yang menyatakan akan segera menarik militernya dari Afghanistan, Rahbar berkata, "Apapun yang disampaikan presiden AS adalah hanya untuk kepentingan bangsa AS saja, pernyataan dia itupun untuk kalangan internal AS sendiri menimbulkan polemik. Sesungguhnya yang diinginkan AS adalah menetap selamanya di Afghanistan. Tentu keinginan ini sangat membahayakan, sebab sejak bercokolnya militer AS di Afghanistan, rakyat Afghanistan tidak lagi pernah merasa aman."

Rahbar yang juga sebagai ulama marja taklid ini kemudian menyatakan kesiapan Republik Islam Iran untuk menjalin kerjasama dalam berbagai bidang dengan Afghanistan. Beliau berkata, "Afghanistan banyak memiliki pemuda-pemuda yang cakap dan mampu membangun negaranya menjadi lebih baik. Iran dalam hal ini siap berbagi ilmu maupun bantuan berupa tekhnologi dalam berbagai bidang untuk membantu Afghanistan mencapai kemajuannya.

Presiden Afghanistan Agha Hamid Karzai dalam pertemuan tersebut menyampaikan banyak terimakasih atas uluran persahabatan Iran dan kesiapannya menjalani kerjasama dalam berbagai bidang. Beliau berujar, "Afghanistan tentu saja membutuhkan bantuan dan kerjasama Iran khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk kembali membangun Negara ini."

Mengenai janji Presiden AS yang akan segera menarik pasukan militernya dari Afghanistan, Presiden Afghanistan ini berkata, "Saya optimis dan yakin sampai tiga tahun kedepan semua kekuatan asing yang saat ini berada di Afghanitan harus telah keluar, dan masa depan Negara selanjutnya sepenuhnya berada di tangan rakyat dan kaum muda Afghanistan."