23 Juni 2011 - 19:30

Haji Hasan Satari (70) seorang warga Bahrain harus rela kehilangan nyawanya akibat tertembak di dekat rumahnya oleh pasukan keamanan Bahrain. Revolusi Bahrain masih terus memakan korban.

Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang warga Bahrain Haji Hasan Satari berusia sekitar 70 tahun meregang nyawa setelah tertembak di bagian pinggang di dekat rumahnya.

Meskipun terbukti pelakunya adalah salah seorang anggota pasukan keamanan Bahrain, namun pemerintah Bahrain menolak bertanggungjawab dan mengatakan bahwa penyebab kematian Haji Satari adalah kematian alami setelah terlibat pertengkaran dengan tiga orang pemuda.

Namun partai oposisi terbesar Bahrain menolak pernyataan rezim Bahrain tersebut dan menunjukkan bukti-bukti keterlibatan rezim Bahrain dalam penembakan yang merenggut nyawa warga sipil yang tidak berdosa.

Sementara itu laporan dari bagian medis RS menyatakan bahwa terdapat dua peluru yang bersarang di tulang bagian pinggangnya. Dua peluru itulah yang menyebabkan kematian H. Satari.

Sebagai salah seorang warga yang dihormati dan disegani dimasa hidupnya, perarakan jenazah Haji Hasan Satari diikuti oleh ratusan warga setempat.