Menurut Kantor Berita ABNA, Barrack Obama dalam pembicaraan melalui telepon dengan raja Bahrain mengatakan, "Amerika Serikat percaya bahwa Bahrain dapat distabilkan dengan memberi penghormatan terhadap hak-hak rakyatnya dan menjawab semua perubahan yang dituntut".
Sementara itu Jacob Sullivan, ketua Jabatan Kementerian Luar Negeri AS turut menyatakan, "Washington meminta pegawai tertinggi Bahrain supaya menghentikan protes dengan dialog yang komprehensif".
Pegawai AS ini menambahkan, "Kami tidak sepakat dengan pengadilan dan penjatuhan hukuman yang dilakukan secara tergesa-gesa, sebagimana yang telah kami katakan, kami meminta pengadilan hendaklah dijalankan sesuai dengan konstitusi yang ada".
"Semua pihak dan pemimpin Bahrain hendaklah melaksanakan dialog politik, pesan ini telah kami sampaikan kepada pemerintah Bahrain". Lanjut beliau.
Hari kamis pekan lalu mahkamah Bahrain menjatuhi hukuman mati terhadap empat pemuda yang turut serta dalam aksi unjuk rasa, sementara tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Bagaimanapun AS yang memiliki pangkalan militer di Bahrain, tidak menunjukkan reaksi apa-apa terhadap tindakan Al Khalifah yang melancarkan serangan bersenjata kepada warga sipil Bahrain.