Menurut Kantor Berita ABNA, proses revolusi di Bahrain terus berlanjut. Walau Rezim Bahrain masih terus kukuh untuk memadamkan pergerakan itu. Kebangkitan masyarakat Bahrain tidak akan berhenti sehingga didapatkan apa yang dicita-citakan, pasukan bantuan dari Arab Saudi yang dimanfaatkan untuk memadamkan api revolusi semakin lama semakin sadis dalam menghalau demonstran dan jumlah mereka juga ditambah.
Tapi dengan berbagai pencakalan dan penahanan lebih dari seribu orang dan dijalankannya kehakiman sipil di Bahrain untuk menghukum para penduduk. sedang kubu revolusi tetap saja menekankan untuk terus melanjutkan aksi demonstrasi mereka.
Dengan berbagai perusakan Masjid dan pengeluaran para anggota aksi demonstrasi dari tempat kerja pemerintah begitu juga penyerangan ke pusat-pusat pengobatan serta penembakan kerumah-rumah penduduk sipil masyarakat Bahrain tetap kukuh meneriakkan tuntutan hak yang mereka inginkan.
Datangnya menteri Bahrain ke Teheran.
Diberitakan untuk mengeluarkan duta besar Iran di Manamah dari pemerintahan Bahrain sebaliknya duta besar Bahrain yang hanya terdiri salah satu diplomat semata diundang oleh pimpinan utama persatuan Teluk Persia dan kawasan Timur Tengah Urusan Asing di Teheran.
Pada kesempatan itu disampaikan seberapa besar protes yang disampaikan terkait perlakuan diluar hukum dan tanpa dasar yang dilakukan pada diplomat Republik Islam Iran di Bahrain.
Pimpinan utama Teluk Persia dalam pertemuan ini menekankan pada poin ini bahwa Republik Islam Iran tidak mengambil tindakan khusus terkait tindakan tanpa dasar tadi hanya saja tetap menyayangkan dan menentang keras tindakan pemerintahan Bahrain dalam memperlakukan masyarakatnya.
Dia menambahkan bahwa masuknya pasukan Asing ke Negara ini untuk menghentikan pergerakan masyarakat tidak bisa menjadi salah satu jalan pemecahan tapi malah menambah masalah lebih rumit di Bahrain dan memperkeruh kondisi yang ada.
Pemerintah Bahrain demi menjaga kekuasaan menghentakkan kaki dan tangannya.
Pengamat dari Arab menjelaskan bahwa Rezim Bahrain demi mempertahankan kekuasaanya rela melakukan semua cara.
Husaini Abdullah berkata, ”Amerikalah yang telah memberikan lampu hijau pada pasukan Arab Saudi atas nama penjagaan kedamaian untuk masuk ke wilayah Bahrain.”
Pemerintahan Bahrain juga tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka menggunakan kesempatan ini dengan baik sehingga bisa mencekal setiap para penentang dan para aktifis pembela hak-hak asasi manusia serta bisa memunculkan rasa ketakutan ditengah-tengah masyarakat, dengan itu juga maka lebih mudah untuk mematikan musuh-musuh pilitik pemerintah.
Dia kembali menambahkan, jika dengan ini pemerintahan Bahrain ingin memunculkan suatu kondisi sehingga tidak ada lagi yang memberanikan diri melakukan perlawanan pada pemerintahannya maka tidak ada artinya. Dan ini bukanlah kali pertama dari upaya-upaya rimba yang diambil pemerintah untuk menyiram bara api revolusi kubu revolusi. Sebelumnya pemerintahan Bahrain juga membungkam sejumlah 10.990 orang kubu revolusi dengan menjalankan kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Pemerintahan Bahrain mengumumkan penangkapan 23 dokter dan pembebasan 312 tahanan.
Pemerintah Bahrain mengumumkan telah membebaskan sejumlah 312 orang yang sebelumnya ditangkap karena telah melakukan aksi protes kepada pemerintah Bahrain. Syaikh Faiz bin Muhammad Ali Khalifah pimpinan bidang informasi Bahrain menyampaikan hal ini pada saat pertemuan dengan dewan redaksi dan tim penyebaran informasi Bahrain.
Pada kesempatan pertemuan ini pimpinan Bahrain ini juga mengabarkan terkait penangkapan 23 orang perawat laki-laki dan 23 perawat perempuan. Mereka sedang diperiksa dan minggu depan akan diputuskan hukumannya dipengadilan.
Serangan ke Satarah
Pasukan keamanan Bahrain dan Arab Saudi telah melukai beberapa orang dalam penyerangan di pusat pengobatan yang terletak di Satarah, beberapa dari mereka pun dicekal.
Dalam penyerangan pada pusat pengobatan yang lain tentara Arab Saudi dan tentara Bahrain telah menangkap puluhan pekerja yang aktif disana.
Sampai sekarang masih belum jelas pihak yang dicekal adalah orang-orang yang sebelumnya ikut dalam aksi demonstrasi atau hanya pekerja yang kebetulan berada dalam pusat pengobatan saja. Menurut dinas pembela hak asasi manusia departemen kesehatan tanpa batasan (yang merupakan organisasi swasta) dan kelompok hak-hak asasi manusia, pasukan keamanan Bahrain dengan dalil keamanan menangkap para perawat dan pasien.
Tuntutan kubu Revolusi terkait kebijakan pada para anggota yang ikut aksi demo.
Sumber berita dari Bahrain menyampaikan bahwa kubu revolusioner berupaya mencegah penghukuman mati beberapa anggota mereka dengan cara menghubungi Organisasi PBB dan beberapa organisasi yang lain.
Aktifis dan pelaku pembela hak-hak Bahrain menginginkan dewan PBB segera mengambil keputusan untuk mencegah penghukuman mati dari beberapa anggota kubu revolusi. Para aktifis itu menunjukkan kekhawatirannya ketika menyampaikan harapan pertolongan dari pihak PBB untuk menyelamatkan tujuh orang yang akan dihukum mati oleh pasukan keamanan Ali Khalifah.
Aktifis politik Bahrain menyatakan bahwa telah dikeluarkannya hukum oleh pemerintahan Ali Khalifah dan dinyatakannya ada kemungkinan hukuman mati dari 7 orang temannya, dia menjelaskan, kehakiman yang dijalankan oleh pemerintah sangat jauh dari nilai-nilai hak-hak kemanusiaan.
Menurut mereka hukuman mati pada 7 orang itu sama sekali tidak berdasarkan pada dalil yang benar dan juga tidak menggunakan parameter yang pas.
Dikatakan bahwa ditetapkan sehari setelahnya akan diadakan penghukuman pada beberapa anggota demonstran tadi oleh pihak pasukan keamanan.
Beberapa bekas pasukan Rezim Sadam Husain masuk dalam regu pembantai Ali Khalifah.
Anggota pusat hak-hak kemanusiaan Bahrain melalui rezim Hakim mengabarkan regu pembawa kematian dari hakim Bahrain.
Abbas Imran menjelaskan regu ini secara sempurna telah mengikuti pendidikan militer dan memiliki hubungan dengan pasukan keamanan Bahrain. dengan menggunakan bis dan mobil sipil mereka melakukan penyerangan pada masyarakat yang sedang melakukan aksi demonstrasi.
Dia menambahkan bahwa sebagian anggota pasukan itu adalah bekas pasukan yang dipakai Sadam Husain dan juga berkhidmat pada Qadhafi, pasukan yang sama sekali tidak mengenal rasa belas kasihan.
Salah satu tugas regu ini adalah melakukan pembungkaman pada para demonstran, menyiksa anggota keluarga mereka demi memaksa mereka untuk diam dan tidak berbuat apa-apa.
Imran juga menjelaskan bahwa anggota kelompok ini akhiran baik pagi maupun petang selalu berjaga-jaga dijalan-jalan dan kota-kota di Bahrain. Mereka pun bersikap keras pada penduduk setempat padahal pihak Ali khalifah menyat