10 April 2011 - 19:30

Pertemuan perwakilan Obama dengan Qadhafi. Serangan Nato pada kubu revolusi Libiya. Usaha Turki untuk mengakhiri peperangan di Libiya. Protes pembakaran diri di depan istana perdana mentri Yordania. Demonstrasi jutaan orang masyarakat Mesir pada hari Jum’at. Penangkapan pimpinan urusan akomodasi Husni Mubarak. Penembakan peluru penjaga presiden Yaman ke arah masyarakat Revolusioner Yaman. Pelarangan pelaksanaan Shalat dijalan di Tunisia.

Menurut Kantor Berita ABNA, dibawah ini kami ulas perkembangan yang kini sedang terjadi di berbagai belahan Bangsa-bangsa Arab.

Libiya

Pertemuan wakil Obama dengan Qadhafi

Kurt Wildan waki Barack Obama mengumumkan bahwa atas undangan orang dekat Qadhafi serta perintah secara langsung dari pihak Obama dia telah pergi ke Libiya untuk melakukan pertemuan dengan Qadhafi. Wildan menambahkan, “Kantor Qadhafi mengirimkan surat undangan untuknya dan memintanya untuk datang ke Libiya, dia pun datang dengan pengawal khusus dan kedua belah pihak sama-sama mengetahui akan rencan ini.”

Penyerangan pasukan Nato pada masyarakat Revolusioner di Libiya

Pada saat pertemuan Qadhafi dan Obama berlanjut. NATO dengan alasan dibuat-buat mengatakan kondisi udara dan air kurang baik dan kemudian meluncurkan peluru-peluru menghancurkan ke kubu revolusioner. Pada penyerangan ini 5 orang kubu revolusioner meninggal. Kubu revolusioner menempati Ijdabia. Kembali kubu revolusioner Libiya berusaha menguasai kota Ijdabia sehingga mereka bisa mempertahankan kota ini dari serangan tentara pendukung Qadhafi. Ini dilakukan pada saat wartawan Perancis mengatakan bahwa  kubu revoluioner telah mulai mengambil alih kota
Ijdabia.

Kesepakatan bersama antara NATO dengan kekuatan Qadhafi

Siaran berita Al-Jazirah mengabarkan kekhawatiran kubu revolusioner Libiya setelah  adanya kesepakatan kerjasama kekuatan Qadhafi dengan NATO. Dilaporkan juga salah satu pangkalan minyak yang berada didekat pelabuhan  Al-Barqah telah dihancurkan dengan hujan bom peluru. Sebelumnya pangkalan minyak ini berada ditangan kubu revolusi. Ini adalah kali kedua pasukan kubu revolusi dijadikan sasaran tembak oleh tentara NATO. Hujan Peluru di kota Masrathah oleh tentara pemerintah Libiya. Juru Bicara kubu Revolusi mengatakan bahwa pada serangan udara pasukan Qadhafi ke kota Masrathah ada 5 orang yang syahid menjadi korban.

Pelarian diri mantan pemegang urusan Minyak pada masa Qadhafi ke Malta

Pemerintah Malta mengumumkan bahwa Umar Fathi bin Syutun pimpinan urusan minyak pada masa sebelumnya melarikan diri melalui pelabuhan Masrathah menggunakan perahu kecil menuju sebuah pulau yang berada dibawah pemerintahan Malta, pemerintahan Malta Sendiri memberikan
perijinan masuk padanya dan juga memberikan visa.

Usaha Turki untuk menghentikan peperangan yang terjadi di Libiya

Pemerintahan Turki mengusulkan solusi pemecahan masalah baru guna menghentikan sengketa peperangan yang kini masih berlangsung di Libiya. Hal ini mendapatkan tanggapan bermacam-macam dari pihak yang sedang bersitegang. Rajab Thayib Urdughan Perdana Mentri Turki pernah memberikan sebuah jalan pemecahan guna menghentikan perang di Libanon hal itu menurut pengakuannya adalah upaya mewujudkan persatuan di Libiya. Poin terpenting solusi pemacahan itu adalah dengan menyerahkan kota-kota yang dikepung pada tentara pihak Qadhafi. Dengan ini masyarakat Libiya akan mendapatkan jalan untuk mendapatkan bantuan dari luar, juga bisa menciptakan kawasan aman untuk masyarakat biasa. Selanjutnya Urdughan juga menjelaskan pembentukan parlemen di Libiya berlandaskan kemerdekaan masyarakat di Negara tersebut. Untuk mewujudkan hal ini perlu dilakukan pemilihan umum. Sebelumnya dia juga pernah meminta agar kekuatan bersenjata Qadhafi meninggalkan beberapa kota dengan alasan agar masyarakat bisa mendapatkan hak-hak mereka. Pembantu Qadhafi menerima konsep ini dengan lapang dada. Musthafa Abdul Jalil pimpinan Majlis permusywaratan Negara sementara menyatakan kesiapan untuk berunding mengenai jalan pemecahan yang diajukan Turki. Dengan syarat Qadhafi dan kelurganya harus dikeluarkan terlebih dahulu dari Libiya.

Kinerja angkatan bersenjata pemerintahan Libiya tidak bisa member i jawaban

Mentri luar negeri Norwegia menekankan bahwa penyerangan angkatan bersenjata pemerintah Libiya tidak akan pernah mampu menjadi jalan pemecahan. Penyerangan pada salah satu Negara kawasan Afrika ini tidak akan membuahkan hasil.

Kubu Revolusi Libiya melarang pengiriman minyak ke Cina dan Rusia.

Mantan Menteri luar Negeri Libiya bidang Energi berkata karena Cina dan Rusia memberikan pernyataan pelarangan dan ikut bertanda tangan dalam resolusi penghentian penyerangan yang ada di Libiya dari PBB. Maka mereka telah kehilangan kesempatan untuk mendapat pasokan minyak dari Libiya.

Yordania

Salah seorang warga Yordania membakar diri didepan gedung perdana menteri Negara itu. Muhammad Abdul Karim warga berumur 45 tahun warga asli Yordania yang sudah beberapa lama karena tidak adanya kejelasan dari pihak aparat keamanan Yordania melakukan protes, dalam aksi protesnya dia melakukan pembakaran diri didepan Istana Perdana Mentri negaranya. Segera setelah dia membakar diri dia lalu dibawa kerumah sakit menggunakan ambulans untuk diobati. Berdasarkan laporan dari dokter yang merawat dia telah mengalami pembakaran tahap tiga dan kondisi jasmaninya sangat lemah.

Pencarian Perlindungan di dalam Universitas Yordania

Para penentang politik pemerintah pada kelanjutan aksi protes mereka untuk sementara berlindung di pintu utama gerbang Universitas Yordania. Seperti diumumkan petugas yang mengurusi mereka, hal ini dilakukan mereka sebagai protes pada politisi pemerintah yang serta menekankan kecaman pada kejadian 25 Maret dimana terjadi penyerangan pada kubu mereka pada hari Jum’at di Bundaran Abdul Nashir kota Oman ibu kota Yordania. Aktivis yang mencari suaka dikampus itu mengumumkan sampai keinginan mereka belum terkabul maka akan terus melanjutkan aksi protes mereka. Karena pada hakikatnya tuntutan mereka adalah tuntutan yang mewakili masyarakat lainnya yaitu seperti pembebasan para pemuda Yordan yang kini masih ditahan dll. Pemerintahan Yordania bertanggungjawab atas penyerangan pada kubu revolusi. 100 orang pilihan dari Negara Yordania melakukan penyerangan pada kelompok Ikhwanul Muslimin, pemerintah dinilai sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam kejadian ini.

Dalam penjelasan lain disampaikan bahwa masyarakat Yordania sudah mengumpulkan tanda tangan dan meminta para petugas terkait untuk melindungi ahli-ahli politik, ahli pertahanan, wartawan dan juga penduduk kota yang lain dan pihak yang dipercaya untuk menjalankan ini
adalah pihak kehakiman. Sesuai perjanjian maka sudah dimulai wawancara atas 80 orang anggota kubu penentang. Dalam upaya mengalahkan para pelaku aksi demonstrasi damai kekuatan keamanan Yordania sudah mulai mewawancarai 80 orang anggota yang sebelumnya turut serta dalam aski demonstrasi. Hasan Abdul Latif Hakim tertinggi Yordania memerintahkan untuk menengok kembali berkas kasus terakhir yang terjadi di Kota Oman. Hakim Thariq Syaqirat menjadi hakim yang bertanggungjawab mewawancarai 80 orang pelaku aksi tanggal 25 Maret yang sebelumnya mengaku berusaha melakukan pembelaan diri dihadapan aparat keamanan.

Bundaran Jamal Abdul Nasir yang lebih dikenal dengan nama Bundaran Kementrian Negara  menjadi saksi bisu aksi demo damai para pemuda tanggal 24 Maret 2011

Sebuah aksi yang dilakukan dengan mengambil pelajaran dari revolusi Tunisia dan Mesir tapi pihak aparat keamanan dan tentara pendukung Rezim Yordania membubarkan barisan itu. Dalam penyerangan itu beberapa ada yang meninggal dan mengalami luka-luka. Ribuan orang warga yang terdiri dari para pemuda menuntut agar dibentuk raja bersyarat, peperangan pada pihak pembuat kerusakan, pelengseran pimpinan  dinas informasi Yordania. Turunnya Yordan lebih berarti beberapa kali dibanding turunnya Mesir bagi Israel.

Salah seorang mantan pimpinan organisasi mata-mata rezim Zionis memberikan nasihat pada Telaviv terkait kondisi tidak kondusif yang sedang terjadi di Yordania. Dia menekankan bahwa Yordania adalah kartu kemenangan Israel, dimana segala bentuk perubahan yang terjadi disana berpengaruh langsung pada Israel. Jika Yordania sampai lepas maka dampaknya lebih buruk dari pada kehilangan Mesir seperti sebelumnya. Pimpinan ini diminta untuk ekstra hati-hati dalam menangani masalah Gaza terutama berkaitan dengan Negara Yordania. Ucapan ini didasarkan pada adanya perubahan pada akhir-akhir ini di kawasan Timur Tengah. Dalam hubungan telepon dia menyampaikan nasihat bahwa jika dilakukan penyerangan pada Gaza dalam waktu dekat ini maka akan berpengaruh besar pada warga Yordania yang akan menjadi sumber permasalahan baru.

Mesir

Demonstrasi jutaan orang warga Mesir

Pada aksi demo kali ini bendera Amerika dan Israel mereka bakar dalam bara api. Mereka menamai aksi demo hari Jum’at itu sebagai hari Jum'at penghukuman dan pembersihan. Aksi kali ini berlangsung di Bundaran Tahrir Kairo. Masyarakat bergerak dengan meneriakkan slogan penghukuman Husni Mubarak. Seperti laporan sumber berita, pada demo hari Jum’at seluruh jalan disekitar Bundaran Tahrir penuh sesak oleh manusia. Gambar dari televisi pemberitaan menunjukkan warga sedang membakar bendera Amerika dan Israel. Sebagian yang lain merobek-robek bendera Rezim Zionis Usaha para demonstran Mesir untuk masuk ke kedutaan Israel di Kairo.

Ribuan demonstran Mesir tanpa diketahui pihak keamanan telah melakukan aksi didepan kedutaan Israel dan berusaha memasuki gedung kedutaan ini. Para demonstran menuntut agar Rezim Zionis menghentikan aksi penyerangan ke gaza. Pencekalan mantan pimpian kantor Husni Mubarak. Dewan kehakiman Mesir malam sebelumnya telah berhasil menangkap mantan pimpinan kantor Husni Mubarak dengan tuduhan telah melakukan penggelapan uang.

Asim Jauhari pembantu wazir kehakiman memerintahkan penagnkapan 15 hari Zakariya Azmi pimpinan urusan akomodasi Husni Mubarak. Jauhari menekankan bahwa penangkapan ini ditujukan untuk menganalisa lebih jauh tentang tuduhan penggelapan uang yang dilakukannya. Berdasarkan laporan yang ada, Azmi sebagai salah satu anggota kepengurusan Husni Mubarak didakwa telah ikut campur dalam kasus penyimpangan penggunaan dana Negara. Al-Arabia menyampaikan bahwa Azmi memiliki kekayaan yang banyak dimana dewan kehakiman Mesir meragukan kepemilikan harta berlimpah ini. Jauhari menekankan bahwa setelah Zakariya maka nanti tiba gilirannya
Shufut Syarif mantan pimpinan parlemen pada kekuasaan Husni Mubarak. Mesir memulai hubungan Bilateral dengan Iran. Salah satu pemikir Arab meyakini bahwa kemaslahatan Mesir mengharuskan untuk memulai hubungan baru dengan Iran dan hubungan bilateral ini tidak lain adalah untuk kepentingan penduduk yang ada. Karena dibandingkan Turki sebenarnya Iran tidak memiliki keterpautan perbedaan yang begitu jauh.

Yaman

Dua orang meninggal dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka pada demonstrasi “Ta’uzd” di Yaman. Pada aksi demosntrasi hari Jum’at setidaknya ada dua orang meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Dari sisi lain kembali masyarakat tumpah ruah turun kejalan dan menekankan bahwa Ali Abdullah Shaleh segera meninggalkan jabatan. Para demonstran Yaman berkumpul di Bundaran Taghyir San’a mereka menolak segala alasan yang disampaikan Abdullah Shaleh yang hanya ditujukan untuk mengulur waktu. Ini terjadi pada saat sehari sebelumnya persatuan Negara-negara teluk Persia mengumumkan sebuah solusi untuk memecahkan permasalahan di Yaman.

Penembakan Bodyguard presiden Yaman pada salah satu anggota kubu revolusi. Karena serangan penjaga presiden pada kubu revolusi di kota Ta’udz salah satu dari mereka meninggal dan yang lainnya mengali luka yang sangat parah. Pemberitaan Al-Jazirah melaporkan aksi demonstrasi secara menyeluruh masyarakat kota Ta’udz. San’a, Al-Hadidah, dan Obin. Ditambahkan bahwa akibat serangan aparat keamanan pada demonstran yang meneriakkan penurunan Ali Abdullah Shaleh salah satu dari merkea meninggal pada aksi demo di utara Negara Yaman. Dalam slogan mereka, mereka menekankan pengunduran diri Abdullah Shaleh. Mereka sama sekali tidak mau diajak berunding. Perkumpulan Negara-negara Teluk Persia menyimpulkan akan membantu penurunan Diktator Yaman. Majlis permusyawarahan Teluk Persia mengemukakan bahwa akan memberikan solusi demi membantu perpindahan kekuasaan diktator Yaman. Salah satu wakil dari Qathar menyampaikan bahwa permusyawarahan Negara-negara teluk Persia telah menyimpulkan sebuah jalan pemecahan untuk menyelsaikan permasalahan yang kini melanda Yaman. Presiden Yaman menolak rancangan yang dibuat Persatuan Negara-negara Teluk Persia. Dia mengungkapkan hal itu dengan pernyataan resminya dia menilai hal itu sebagai campur tangan Negara Asing ke Negaranya. Dia menekankan tidak akan menerima usulan apapun dari Negara-negara lain.

Tunisia

Pelarangan Shalat di Jalan Pada saat masyarakat setelah turunnya dictator di Negeri itu
meneriakkan konsep agamis perdana Mentri Negara peralihan Tunisia menyatakan pelarangannya bahwa dilarang melakukan Shalat dijalan raya. Pelarangan itu berlaku sejak pelarangan disebarkan. Dia menilai melakukan Shalat di jalan itu tidak sesuai dengan budaya orang Tunisia.
Setelah kemengan revolusi Tunisia. Perdana Menteri ini menyampaikan bahwa banyak protes yang masuk ketika diadakan Shalat dijalan raya.(*)