9 April 2011 - 19:30

Takbir yang terus dikumandangkan. Penangkapan setiap orang yang memasuki Bundaran Lu’luah. Penangkapan tiga pejuang untuk yang kesekiankalinya. Penangkapan kembali seorang ulama. Kepastian perubahan di Bahrain. Permintaan untuk melakukan pemogokan secara umum. Pengusiran pekerja dari Bahrain.

Menurut Kantor Berita ABNA, berikut ini adalah apa yang terjadi di Bahrain dalam hari ke-52 perjuangan masyarakat melawan penumpahan darah yang terjadi di negaranya yang dilakukan sendiri oleh pihak pemerintah.

Jam 00.05 dini hari waktu Teheran. Takbir Bahrain

Masyarakat kota dan desa terus mengumandangkan takbir sebagai sebuah simbol penekanan akan komitmen mereka pada pencapaian hak-hak mereka yang diabaikan.

Jam 00.30 dini hari waktu Teheran penangkapan atas siapapun yang memasuki bundaran Lu’luah.

Dalam beberapa hari terakhir jumlah orang yang ditangkap semakin banyak, area penangkapan juga semakin luas. Aparat keamanan Bahrain berupaya keras menyebarkan desas-desus ditengah-tengah masyarakat bahwa siapapun yang melakukan aksi demonstrasi atau memasuki bundaran Lu’luah akan di cekal.

01.06 dini hari waktu Teheran. Penangkapan warga syiah untuk yang kesekiankalinya.

Aparat keamanan yang berada dibawah komando pemerintahan Bahrain dibawah perlindungan tentara Arab Saudi melakukan penyerangan ke rumah Syaikh Muhammad Ali Mahfudz, selain melakukan perusakan disana mereka juga melakukan penganiayaan anak beliau yang baru berumur 16 tahun yang bernama Hasan. Hasan dicekal dan kemudian dibawa ketempat rahasia.

Begitu juga dengan kelompok tentara pengabdi Ali Khalifah yang lain, mereka menyerang rumah Sayid Shabr Hamid menantu Syaikh Mahmud yang berada didesa Al-Maraj, selepas penyerangan dia lalu dicekal. Saudara sepupu Syaikh Mahfudz yang berada di Bani jamrah bernama Hasan Muhammad Isa Mahfudz juga tidak luput dari penyerangan.

Berbagai penangkapan ini dilakukan untuk memberikan penekanan pada Syaikh Mahfudz dan diharapkan beliua mau menyerah dan mau mengikuti keinginan pemerintah.

Jam 01.14 dini hari  waktu Teheran. Seorang ulama juga turut diciduk.

Aparat keamanan Negara Bahrain mencekal hujjatul Islam wal Muslimin Sayid Hadi Al-Musawi seorang ulama dan pembicara khutbah Jum’ah beliau dicekal setelah perusakan dan menakut-nakuti perempuan dan menganiaya menantu beliau, seperti juga yang lain beliau dibawa dan dipindahkan ke tempat rahasia.

Jam 06.30 pagi waktu Teheran. Konselor Obama menyatakan bahwa perubahan di Bahrain itu hal yang pasti.

Konselor Obama berkata,”Perubahan di Bahrain itu hal yang pasti dan semua analisa kami menunjukkan bahwa Bahrain sedang menuju revolusi seperti yang terjadi di Mesir.” Delia Mujahid menyatakan bahwa seluruh dunia memperhatikan perubahan yang terjadi di Mesir, Negara ini telah berubah menjadi suatu simbul bagi Negara-negara kawasan timur tengah.

Dia menambahkan bahwa Mesir sebagai Negara yang penting dan perubahan apapun yang terjadi disana memiliki nilai penting bagi berbagai pihak, dan segala kegiatan yang terjadi di mesir maka akan diikuti semua Negara-negara kawasan timur tengah.

Jam 08.35 pagi waktu Teheran permintaan bantuan kekuatan Asing tidak akan mampu mencegah langkah masyarakat Bahrain.

Anggota permusyawarahan rahbar sementara terkait masalah Bahrain menyinggung bahwa segala bentuk pencekalan, penyiksaan, penghinaan pada masyarakat Bahrain tidak akan mampu mencegah gerak langkah masyarakat.

Sa’id Shahab berkaitan dengan keberlanjutan aksi masyarakat Bahrain mengungkapkan bahwa revolusi ini akan terus berlangsung karena disana yang berkeinginan adalah masyarkat, penggunaan kekuatan asing untuk mencekal sebagian dari mereka atau penyiksaan ataupun pembunuhan tidak akan pernah mampu menghentikan langkah masyarakat Bahrain.

Anggota sementara perwakilan Rahbar urusan Bahrain menjelaskan keyakinannya bahwa dalam beberapa hari yang akan datang akan dilakukan aksi bersama dan dilakukan hubungan kerjasama dari berbagai kelompok pilitik penentang Ali Khalifah.

Terkait PHK atas pekerja Bahrain dari tempat kerja mereka karena telah bergabung dalam aksi bersama perusahaan-perusahaan Negara tersebut maka pada tanggal 13 bulan ini dinamakan sebagai hari aksi demonstrasi bersama-sama.

Sumber pemberitaan yang berada di Manamah mengumumkan bahwa ada ratusan pekerja beberapa perusahaan yang mana kebanyakan adalah penduduk syiah dikarenakan keikutsertaan mereka dalam aksi demonstrasi akhir di bundaran Lu’luah yang kini menjadi pengangguran.

Berdasar laporan ini petugas sebagian perusahaan yang lain. beberapa perusahaan telah mengeluarkan 200 pekerja.

Masyarakat Islam Bahrain dengan mengisyaratkan bahwa pihak yang banyak di cekal adalah dari masyarakat Syiah menekankan bahwa lebih dari 1000 pekerja Bahrain dikeluarkan dari tempat kerja karena telah ikut serta dalam aksi demonstrasi.

Jam 10.25 waktu Teheran. Penghukuman pengeluaran para pekerja Bahrain.

Organisasi internasional yang berada dibawah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) juga mengeluarkan kecamana atas perintah pengeluaran para pekerja di Bahrain, dalam waktu dekat mereka akan mengirim perwakilan untuk datang ke Manamah.

Jam 11.00 waktu Teheran perlawanan pada masyarakat  Bahrain adalah suatu tindakan yang tidak bisa diterima.

Salah satu ahli politik Irak menunjukkan ketidak setujuannya atas adanya konsiderasi perlawanan pada masyarakat Bahrain hal  itu ditujukan pada kedutaan asing Bahrain.(*)