23 Maret 2011 - 19:30

Salah seorang pakar politik Timur Tengah dalam wawancaranya menyebutkan bahwa tujuan Raja Saudi memberti bantuan uang tunai milayaran Dollar kepada rakyatnya hanyalah untuk membungkam demonstran bukan untuk mensejahterahkan rakyatnya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Muhammad al Mas'uri dalam wawancaranya mengatakan, "Bantuan uang tunai Abdullah bin Abdul Aziz yang diberikannya kepada rakyat Arab Saudi bukanlah untuk mensejahterahkan rakyatnya namun untuk tujuan politis, yakni untuk meredam kemarahan rakyat yang sedang menuntut perubahan baru dalam politik dan pemerintahan."

Al Mas'uri lebih lanjut menyatakan, "Bantuan materi Abdullah bin Abdul Aziz, Raja Arab Saudi tersebut kepada rakyatnya tidak memiliki nilai dan pengaruh apa-apa, karena pemerintah  tidak memperhatikan masalah kesehatan dan kepentingan publik lainnya. Hanya berfokus pada usahanya untuk menghentikan unjuk rasa dan tuntutan politis rakyatnya."

Beliau kemudian menyebutkan, rezim Arab Saudi adalah rezim yang zalim dan rasialis. "Pemerintahan Arab Saudi yang didominasi oleh paham Wahabi adalah pemerintahan yang eksklusif dan rasis. Mereka mengecam dan mengkafirkan golongan Islam yang berbeda dengan mereka. Dalam pengadilan atau dihadapan hukum terjadi ketidak adilan yang terang-terangan."

Diberitakan sejak rakyat Arab Saudi melakukan aksi jalanan menuntut pemerintahan diktator Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz segera memerintahkan untuk memberikan bantuan uang tunai milyaran dollar kepada rakyatnya untuk mencegah meluasnya pengaruh aksi unjuk rasa tersebut. Bagi para demonstran, kebijakan rasa Arab Saudi tersebut adalah penghinaan. "Kami melakukan aksi ini bukan karena menginginkan uang atau materi lainnya, tapi yang kami tuntut adalah keadilan dan persamaan hak sebagai warga Negara." Tegas demonstran.