5 Maret 2011 - 20:30

Masyarakat masih terus bertahan di Bundaran lu’luah. Yel-yel masyarakat semakin pedas. Para pemodal asing melarikan diri dari Bahrain. Usaha pemerintah untuk mewujudkan perpecahan antar madzhab. Kondisi ekonomi dan pendidikan yang semakin merosot. Permintaan bantuan pada Arab Saudi. Berita ini terus berkembang hari demi hari.

Menurut Kantor Berita ABNA. Berikut ini adalah berita detik-demi detik Masyarakat Bahrain pada hari kamis pada hari ke-18 revolusi mereka melawan rezim Hakim. Pergerakan revolusi masyaralat Bahrain semakin lama semakin cepat.

Jam 00.05 waktu Teheran. Masyarakat terus bertahan di Bundaran Lu’lu’ah.

Masyarakat Bahrain sampai sekarang masih bertahan di Bundaran Lu’lu’ah dengan aksi damai yang mereka gelar.

Bundaran ini juga menjadi saksi berbagai program politik dan budaya yang digelar masyarakat. Beberapa program setelah shalat Maghrib dan Isya sampai pertengahan malam adalah sebagai berikut.

Ceramah dari Abdul Wahab Husaini, salah satu wakil parlemen, Syaikh Said Nuri, dan Ibu Jalilah Alawi.

Pentas seni berupa Nasyid dan juga acara dibawah panduan Yusuf Rabi dan Doktor Hasan Ali.

Jam 00.40 waktu Teheran. Yel-yel yang dilontarkan masyarakat semakin pedas dan panas.

Pada awalnya aksi masyarakat menggunakan kata-kata yang berisi tuntutan perbaikan pada pemerintahan bukan untuk menurunkan pemerintah yang ada namun kekejaman pemerintah telah merubah semua itu. Yel-yel mereka pun berubah warna menjadi lebih pedas dan keras.

Wartawan perancis diantara banjir masyarakat bahrain yang meluap didepan gedung pemerintahan Bahrain melaporkan bahwa mereka meneriakkan” Mati untuk Ali Khalifah”, “dengan pembunuh kami tidak mau berdialog” pada hari kamisnya masyarakat mengusung yel-yel “ Para pemuda menginginkan turunnya pemerintah”, “Turunlah Hamid” dll mereka ingin mengakhiri masa kekuasaan keluarga Ali Khalifah atas negara Bahrain. Mereka juga menyatakan akan terus bertahan di Lu’lu’ah hingga pemerintah diturunkan.

Jam 01.00 waktu Teheran. Para penanam modal asing melarikan diri dari Negara Bahrain.

Karena aksi massa masyarakat Bahrain semakin lama semakin menjadi bank-bank  dan pemodal Asing sudah menghentikan operasi dan bersiap-siap meninggalkan Bahrain. Jumlah mereka tidak sedikit yaitu lebih dari 2000 usaha permodalan dan pebankkan.

Jam 01.30 Usaha Pemerintah untuk memunculkan perpecahan antara Madzhab di Bahrain.

Walaupun baik kelompok Syiah dan Suni Bahrain sudah bersatu bersama dalam kelompok aksi-aksi yang diadakan tapi pemerintah Bahrain terus getol untuk membuat jurang pemisah antar mereka.

01.45 waktu Teheran. Pemerintah Bahrain tidak akan bertahan lama.

Ali Aswad salah satu mantan perwakilan Al-Wifak di Majlis Permusyawaratan Bahrain menyinggung aksi masyarakat Bahrain yang dilakukan menyeluruh di Bahrain menjelaskan,” Pemerintahan Bahrain tidak akan bisa terus diam atas tuntutan masyarakat dan selain itu mereka juga tidak akan pernah mau untuk diajak berdialog”. Masyarakat tidak akan memperhatikan pemerintah yang selama 40 tahun telah mengabaikan pendapat mereka. Sekarang mereka sudah tidak menginginkan lagi bentuk pemerintahan seperti itu”.

Kami hingga saat itu terus berusaha mengumpulkan berbagai aspirasi masyarakat dan sesama aktifis politik saling bertemu dan melakukan perbincangan. Masyarakat yang melakukan aksi juga mengutarakan harapan-harapan mereka pada perwakilan tersebut.

Jam 02.00 waktu Teheran. Kondisi Negara Bahrain dari segi ekonomi pendidikan semakin memprihatinkan.

Kondisi Negara Bahrain akibat tuntutan yang tidak kunjung dikabulkan semakin hari semakin parah. Roda ekonomi, bisnis, pendidikan dan lain lain banyak yang macet. Semua pihak berharap untuk secepatnya bisa keluar dari keadaan ini.

Jam 02.45 waktu Teheran. Keluhan pada Arab Saudi.

Abdul Rauf Syaib melawat ke Arab Saudi guna membicarakan pengiriman tentara bantuan untuk menghentiakn aksi demonstrasi masyarakat Bahrain. Dengan ini maka masyarakat revolusioner pun akan berhadapan dengan tentara keamanan Arab Saudi” Dia setelah mengisyaratkan bahwa kebanyakan masyakat ikut serta dalam aksi itu menekankan,” Apa yang mereka harapkan adalah untuk menurunkan Rezim Hakim, mereka tidak menerima  bentuk pemerintahan bersyarat dan mereka hanya menginginkan agar pemerintah mengundurkan diri”

Pemerintahan yang diharapkan masyarakat adalah pemerintahan yang didasarkan dari perolehan pemilihan umum melalui perwakilan majelis.(*)