Menurut Kantor Berita ABNA, dalam situasi tegang yang melanda dunia Arab, sebuah penjara rahasia bawah tanah ditemukan di Libya. Menurut penduduk setempat penjara tersebut terletak di kawasan persembunyian diktator Libya Muammar Qhaddafi dan kaum kerabatnya. Laporan beberapa berita menyatakan, penjara ini mempunyai pintu besi setebal 30 sentimeter.
Menurut saksi, tempat kurungan ini lebih buruk dari penjara Abu Gharib karena ruangannya tidak layak tinggal selain itu tidak mempunyai fentilasi udara yang baik.
Stasiun televisi al-Jazerah juga menyiarkan gambar tersebut tanpa mengaitkannya dengan Imam Musa Sadr sambil mengatakan, "Penjara ini adalah sebuah kamar kecil tanpa jendela. Melalui pengamatan, seorang tahanan pernah tinggal di sini sebelumnya". Meskipun begitu beberapa sumber berita Arab menyebutkan penjara tersebut tempat Imam Musa Sadr pernah ditahan.
Baru-baru ini seorang aktivis politik Libiya memberi kesaksian bahwa Imam Musa Sadr telah dibawa terbang ke satu tempat yang tidak diketahui.
Imam Musa Sadr mengunjungi Libya atas jemputan Muammar Ghaddafi pada 25/8/1978 dan hilang bersama dua pengawal pribadinya sampai hari ini.
Fars News pula melaporkan Ayatullah Bahjat pernah mengatakan Imam Musa Sadr masih hidup dan tinggal di bawah tanah. Muhammad Ali Muhtadi selaku pakar masalah Timur Tengah dalam satu sidang akhbar mengatakan beberapa tahun sebelum ini beliau pernah bertanya kepada Ayatullah Bahjat tentang nasib Imam Musa Sadr. Ayatullah Bahjat menegaskan bahawa Imam Musa Sadr masih hidup dan akan terjadi satu peristiwa besar yang akan mengembalikan beliau sehingga berlaku perubahan di kawasan tersebut.
Sebuah Hadith di dalam kitab "Bayan Al-Aimah" halaman 512 pula mencatatkan Amirul Mukminin al-Imam Ali bin Abi Talib meramalkan seorang pemimpin akan dipenjarakan dalam satu tempo yang lama di tanah Maghrib. Beliau akan segera bebas dan keluar sebagai pemenang.