Menurut Kantor Berita ABNA, rakyat Bahrain pada hari ke-6 (19/2) pergerakan mereka melawan pemerintahan dzalim keluarga Hakim Bahrain pada saat memulai upacara penguburan Jenazah pada hari Jum’at juga harus tertumpahkan lagi darah mereka, salah satu warga syahid dan beberapa banyak lainnya mengalami luka-luka.
Sampai sore kemarin terdapat 8 orang yang terluka untuk jumlah orang yang dicekal belum ada informasi yang jelas.
Yang diuraikan disini adalah apa yang terjadi pada hari Sabtu.
Jam 00.10 waktu Teheran. Ayatullah Qasim, “ Kita memiliki Ikhtiar diantara dua pilihan “
Ayatullah Syaikh isa Qasim salah satu Ulama besar Bahrain menyatakan laknat pada pimpinan Bahrain yang telah membantai warganya sendiri dan berkata, “Masyarakat ini mengapa harus terbunuh ? mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa baik wanita, anak kecil, kakek bahkan bayi menyusui yang secara damai berdemonstrasi pada akhir malam dikepung dan diserang dengan senjata berapi sampai-sampai tempat itu menjadi tempat pembunuhan yang mengerikan dan darah tak berdosa harus tertumpahkan”.
Beliau menilai bahwa sebab semua itu adalah pemerintah beliau menyampaikan,” Serangan ini berasal dari mana? dari pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Pembunuhan massal itu terjadi secara tidak sengaja atau hanya sebuah kesalahan. Peristiwa itu terjadi dengan sengaja, terjadi dengan perencanaan sebelumnya dan banyak hal menjadi saksi atas kejadian itu. Kejadian itu terjadi tidak untuk memecah kumpulan masyarakat tapi untuk membunuh mereka, tujuan pernyerangan itu tidak lain adalah untuk menakut-nakuti masyarakat dan menunjukkan keangkuhan hati mereka”.
Salah satu anggota Permusyawaratan Ahlul Bait as ini menyatakan bahwa cara kekerasan bukanlah jalan pemecahan, beliau berkata,” Jika cara kekerasan untuk membungkam masyarakat itu bermanfaat sepanjang tahun sebelumnya semestinya pemerintah sudah menggunakan cara ini, tapi cara ini tidak ada manfaatnya dan tidak mampu membungkam masyarakat. Kami mengumumkan kepada PBB, Organisasi Pembela Hak Asasi Manusia, dan seluruh umat Dunia. Pemerintahan kami diletakkan diantara dua pilihan. Pertama kami harus menyerah dan meletakkan rantai budak dipundak kami, kedua membiarkan pembantaian demi pembantaian berlalu di negara kami. Dan tanggungjawab atas semua ini dipikul seluruh umat manusia”.
Ceramah Ayatullah Qasim berulang kali dibarengi dengan yel-yel Haiat minadzilah selamat tinggal kehinaan, Allahuakbar, Annashrul Islam pertolongan Islam, dan lan narka’u illallah kami tidak akan rukuk kecuali pada Allah swt.
Jam 00.15 dini hari waktu Teheran. Ratusan orang harus dibawa ke rumah sakit Salmaniah
Seiring berjalannya waktu melewati tengah malamm sejumlah masyarakat masih berada disekitar rumah sakit Salmaniah, mereka meneriakkan yel-yel “Bir ruh bi dam nafdika ya Bahrain” Nyawa dan darah kami persembahkan untuk Bahrain. “ Asa’bu yurid isqati nidzam” para pemuda menginginkan diturunkan pemerintahan dan yel-yel yang lain.
Jam 00.20 waktu Teheran. Iran juga turut memberika seruan.
Ramin Mehman Paras Jumat sore terkati peristiwa berdarah di Bahrain menyatakan permintaan agar pemerintahan Bahrain meninggalkan tindak kekerasan mereka pada Masyarakat.
Jam 00.45 Pertama kalinya tentara Bahrain bergabung dengan masyarakat
Walaupun pertumpahan darah di Rumah sakit Salmaniah berpengaruh besar dan sangat membuat geram namun bergabungnya tentara pada masyarakat menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri bagi warga Bahrain. Tentara itu awalnya disuruh menembaki warga namun alih alih mengikuti perintah mereka malah pergi ke rumah sakit dan bergabung dengan masyarakat.
Ayatullah Sanadi,” Ini adalah pembunuhan umum”.
Ulama tinggi Bahrain ini meminta dunia Internasional untuk menolong warga bahrain yang tidak memiliki pelindung dari amukan pemerintah. Dalam web resmi beliau menyatakan, “ Apa yang terjadi di Bahrain adalah pembantaian berdarah tanpa mengenal belas kasih dari pihak rezim teroris Hakim”.
Jam 01.40 waktu Teheran Beberapa polisi bergabung dengan masyarakat.
Stasiun Al-Manar mengambil sumber berita dari Bahrain memberitakan bahwa kurang lebih 47 orang anggota polisi Bahrain menggabungkan diri dengan masyarakat.
Jam 02.05 waktu Teheran. Pemerintahan Bahrain mengajak berdialog.
Amir Salman bin Hamid Ali Khalifah Hakim Bahrain melalui setasiun Televisi pemerintah mengumumkan bahwa untuk menjaga keamanan kami mengajak pihak perlawanan untuk berdialog. Masyaarkat kembali ke rumah masing-masing begitu juga para tentara ditarik dari jalan-jalan.
Jam 02.20 waktu Teheran. Salah satu warga Amerika terbunuh
Twirk Toms salah satu wartawan koran harian Amerika setelah dibawa kerumah sakit karena terluka diantara para demonstran, akhirnya meninggal di rumah sakit.
08.30 waktu Teheran Perancis menyatakan kekhawatirannya.
Perancis menyatakan kekhawatirannya atas perubahan yang terjadi di Negara-negara Arab berkaitan pembungkaman para demonstran oleh aparat keamanan di negara-negara tersebut.
09.50 waktu Teheran. Raja Bahrain dibawah perlindungan Arab Saudi.
Raja Bahrain yang mendapat perlindungan ketat dari Kerajaan Arab Saudi dan Amerika Serikat karena rasa ketakutan akhirnya segala urusan diserahkan kepada Badan Perbaikan di Negaranya. Hamid bin Isa Ali Khalifah yang pernah melihat apa yang terjadi pada Bin Ali, Husni Mubarak dan Presiden Tunisia berupaya semaksimal mungkin melakukan perbaikan sehingga mampu meredam masyarakat. S