Menurut Kantor Berita ABNA, Hadhrat Ayatullah Husain Nuri Hamadani, salah seorang marja taklid dalam salah satu kelas akhlak yang diasuhnya di Masjid A'dzam Qom yang dihadiri ribuan pelajar agama dengan menukil dari Nahjul Balaghah menyebutkan, "Bani Ummayah telah bersebrangan dengan Islam, dan kebanyakan pemimpinnya telah merusak Islam dan kaum muslimin."
Beliau dalam lanjutan ceramahnya menekankan bahwa dalam pengkajian historis mengenai tragedi Karbala, kajian mengenai pemerintahan Bani Umayyah khususnya Muawiyah juga mesti mendapat perhatian lebih, "Muawiyah selama 20 tahun memiliki kuasa penuh secara politik dan sosial terhadap kaum muslimin. Mengkaji tragedi Asyura tanpa mengenal Muawiyah dengan baik cenderung menimbulkan kesalahpahaman terhadap kebangkitan dan revolusi yang dikobarkan Imam Husain as."
Beliau dalam lanjutan ceramahnya menekankan bahwa dalam pengkajian historis mengenai tragedi Karbala, kajian mengenai pemerintahan Bani Umayyah khususnya Muawiyah juga mesti mendapat perhatian lebih, "Muawiyah selama 20 tahun memiliki kuasa penuh secara politik dan sosial terhadap kaum muslimin. Mengkaji tragedi Asyura tanpa mengenal Muawiyah dengan baik cenderung menimbulkan kesalahpahaman terhadap kebangkitan dan revolusi yang dikobarkan Imam Husain as."
Ulama marja taklid bagi umat Syiah ini dalam penjelasannya mengenai tujuan kebangkitan Asyura menyebutkan, "Tujuan asli Imam Husain as adalah kebangkitan. Menumbangkan pemerintahan yang fasiq dan zalim. Jika tidak ada peristiwa Karbala, Islam pun tidak akan kita temui hari ini."
Ulama yang juga tenaga pengajar di Hauzah Ilmiyah ini melanjutkan, "Jangan mengira, peristiwa yang terjadi di Karbala adalah peristiwa kebetulan yang tidak direncanakan sebelumnya. Karbala adalah sebuah perencanaan yang apik, untuk melawan dan menumbangkan kekuasaan yang zalim."
Beliau menyebut Asyura adalah peristiwa yang direncanakan secara cerdas dan penuh pertimbangan oleh Imam Husain as. Beliau berkata, "Asyura adalah peristiwa yang belum selesai, dan sampai sekarang masih terus berlangsung."
Dipenghujung ceramahnya beliau berkata, "Kebangkitan dan revolusi Aba Abdillah Imam Husain mengandung pelajaran dan hikmah yang banyak, dan kita yang mengaku sebagai pecintanya adalah sebuah keniscayaan untuk merenungi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Juga patut untuk kita perhatikan, musuh-musuh Islam dan Ahlul Bait sampai hari ini masih terus berusaha memadamkan pengaruh kebangkitan Imam Husain, mereka ketakutan dan khawatir terhadap kekuatan dibalik ajaran-ajaran Asyura. Karena itu kita mesti terus memberikan perhatian terhadap hal ini."