17 Desember 2010 - 20:30

Hampir serentak dan secara besar-besaran media massa Malaysia memberitakan penangkapan dan pembubaran majelis duka Asyura yang diadakan pengikut Syiah di Hauzah Imam Ridha as beserta fitnah-fitnah keji yang dituduhkan oleh Jabatan Agama Islam Malaysia (JAIS) tanpa memberi kesempatan kepada umat Syiah Malaysia untuk menbantahnya.

Menurut Kantor Berita ABNA, media massa Malaysia kemarin menyiarkan berita serbuan Jabatan Agama Islam Malaysia (JAIS) terhadap Hauzah Imam Ali Ar-Ridha (as) di Gombak beserta tuduhan-tuduhan terhadap Syiah Imamiyah di Malaysia tanpa memberi ruang kepada pengikutnya untuk memberikan jawaban dan bantahan. Berikut diantara fitnah-fitnah yang ditujukan kepada Syiah Imamiyah yang dinukil dari beberapa media massa di Malaysia beserta bantahan singkatnya:

Utusan Malaysia:

Melaporkan bahwa pengarah JAIS Datuk Muhammed Khusrin Munawi berkata pengikut Syiah Imamiyah menganggap umat Islam mazhab lain sebagai kafir dan menyeleweng karena adanya beberapa penyimpangan aqidah dan amalan yang bertentangan dengan mayoritas umat Islam.

Berita Harian:

Memberitakan bahwa  memukul badan sendiri menggunakan rantai sehingga berdarah diklaim kelompok Hauzah ar-Ridha sebagai amalan yang dapat menyucikan dosa yang dilakukan setiap 10 Muharam adalah bentuk penyelewangan agama dan merupakan pemahaman yang sesat dan menyesatkan.

(Hauzah Ar-Ridha ialah nama tempat yang diadakan majelis-majelis dan pengajian pengikut Ahlul Bait a.s., bukannya nama kelompok atau organisasi)

Akhbar Sinar Harian:

Menukil pernyataan fitnah Muhammed Khusrin Munawi bahwa peringatan duka 10 Muharam merupakan salah satu pemahaman Syiah yang sesat yang bersumber dari negara Iran yang menurut mereka merupakan amalan yang dapat menyucikan dosa dan dalam rangka mengenang Sayyidina Ali.

(Lihat fatwa-fatwa ulama Syiah yang menjadi pegangan para pengikut Syiah Imamiyah mengenai hukum melukai diri di Hari Asyura dalam situs ini)

Akhbar Kosmo:

Ajaran yang dipercayai aktif sejak dua tahun lalu itu (Syiah Imamiyah) dikatakan lebih berbahaya daripada ajaran Al-Arqam kerana pengikutnya menganggap darah orang Islam yang lain adalah halal dan jika dibunuh dianggap sebagai jihad.

(Syiah Imamiyah sentiasa menganjurkan perpaduan dan persatuan umat Islam. Perkara ini jelas undang-undang resmi Republik Islam Iran yang mewajibkan perpaduan dan membenarkan mazhab-mazhab Ahlusunnah bebas beramal sesuai dengan pegangan masing-masing).

Harian Metro:

Menukil pernyataan Muhammed Khusrin Munawi sebagai berikut:

“Bagi lelaki, daya tarik seks dipercayai menjadi penyebab utama mereka mudah mengikuti pemahaman Syiah karena pemahaman Syiah tetap menghalalkan nikah mut’ah. Pengikut Syiah juga beranggapan membunuh Ahli Sunnah Wal Jamaah halal dan dibenarkan, malah menurut mereka merupakan salah satu bentuk jihad kepada musuh.”

(Nikah Mut'ah jelas disebut dalam al-Quran dan Hadis. Dalam hukum Fiqh Syiah Imamiyah nikah Mut'ah sudah jelas wajib disertai izin wali, mahar dan hak anak yang lahir. Walaupun Ahlusunnah mengharamkan nikah Mut'ah, di dalam kitab Siyar A'lam an-Nubala menceritakan seorang tokohnya bernama Ibnu Juraij pernah menikah Mut'ah dengan 60 wanita. Beliau merupakan seorang perawi Hadis Ahlusunnah)

Lebih mengherankan lagi hari ini Penasihat Agama Istana Negara, Datuk Dr Hassan Din al-Hafiz, berkata Syiah tidak pernah diizinkan berkembang di Malaysia. Menurutnya lagi, pernikahan di antara umat Islam antara pengikut Ahlus Sunnah dengan pengikut Syiah adalah bentuk pernikahan yang batal dan tidak sah sehingga anak yang terlahir terkategorikan anak zina. Padahal Undang-undang keluarga Islam Selangor pernah mengakui Mazhab Syiah Imamiyah (rujuk: http://www.islam.gov.my/buu/kelsel.html#tafsiran "Hukum Syara' " artinya hukum yang diterima oleh mazhab Syafie, Hanafi, Maliki, Hambali dan Syiah (Zaidiyyah dan Ja’fariyyah).