Menurut Kantor Berita ABNA, Pada permulaan ceramahnya Larijani mengucapkan terimakasih pada panitia acara dan menambahkan,'Saya berterima kasih karena demi memperingati tokoh agama dilakukan seminar semacam ini, sebuah acara yang sudah cukup kerap diadakan pada tiga tahun terakhir.”Berhubungan dengan buah karya Abas Qumi dia berkata,' Buah karya Abbas Qumi terutama buku dengan judul Mafatihul Jinan dan Muntahil Amal hampir terdapat diseluruh rumah orang-orang Iran'Larijani melanjutkan,' Sosok ini dengan berkonsentrasi pada satu bidang telah mampu menyediakan apa yang sedang dibutuhkan masyarakat dijamannya, para rohaniawan dan masyarakat akademis Hauzah Ilmiah harus benar-benar perhatian pada poin ini ' terkait sosok Abas Qumi Larijani mengatakan bahwa ketika kita memperhatikan sosok ini maka akan kita dapati banyak poin penting dan poin terpenting darinya adalah bahwa syaikh Abas Qumi telah berhasil membangun bangunan maknawi pribadinya. Dengan buku Mafatihul Jinan dia mampu menarik antusiasme masyarakat untuk berdoa walau memang ada beberapa gelintir orang yang mencela dan menghina beliau tidak berpengaruh suatu apa.Memang manusia sejak awal diciptakan memiliki dua unsur unsur jasmani dan ruhani. Dan kebutuhan ruhani jauh lebih tinggi dibanding jasmani jadi perlu diperhatikan jangan sampai terjadi penyimpangan hanya karena penyajian yang tidak seimbang.
Masalah moral adalah salah satu PR bangsa ini dari dulu hingga sekarang, dengan menggunakan doa dari Mafatihul Jinan secara umum masalah ini bisa diatasi. Metode ini adalah metode yang diaplikasikanpara pemberi pencerah.
Salah satu wakil rakyat dari kota Qom menanggapi,'Yang jadi permasalahan apakah kita ini (merasa) butuh dengan kehidupan maknawi apa tidak? Jika jawabannya iya maka satu-satunya jalan pemecahan adalah merujuk pada hadis para Imam Maksum. Menurut kami apa yang diraih Syaikh Abas Qumi tidak semata-mata hasil murni kerja keras beliau, tapi disini juga berkat Inayah dari Allah swt.'Pada kesempatan itu Larijani meneruskan dengan menyinggung adanya Irfan Aspal yang cukup menjamur dimasyarakat,' Tidak sepantasnya hanya berpangku tangan dihadapan penyebaran Irfan Aspal di Negri Iran dan tudingan bahwa Irfan semacam inilah yang lebih digandurungi para pemuda adalah bohong belaka. Namun kebutuhan pada Irfan ini tidak hanya oleh sebagian masyarakat tapi oleh seluruh lapisan masyarakat Iran.”
“Prestasi besar Syaikh Abbas Qumi adalah dia mampu memperkenalakan Irfan dengan berdasarkan landasan banyak hadis dan riwayat.” Pimpinan Majlis Permusyawaratan Iran ini berkata,” Ahli Hadis dariQom ini telah mengenyam pendidikan di tiga Hauzah Ilmiah besar Islam, baik di Masyhad, Najaf maupun Qom, pertama dia belajar di Qom, kemudian ke masyhad dan terakhir belajar di Najaf Irak.”Larijani terkait sosok Abbas Qumi menjelaskan bahwa Almarhum dalam usahanya bukan usaha yang hanya sekedar pengulangan dan sekarang ini riwayat dan hadis yang ada mampu dengan menghidupkan kembali ilmu-ilmu yang hampir punah, beliau kekhasannya telah mampu menarik orang lain pada bidang yang beliau tekuni. Beliau adalah salah satu ruhaniawan yang mampu memposisikan diri pada posisi tengah dalam urusan agama dan politik. Keberadaan dia sebagai seorang ruhaniawan tidak menjadikan dia terhalangi untuk berkecimpung dalam dunia politik. Jadi sangat tepat ketika memasuki dunia politik dengan bekal pemahaman keagamaan yang memadai. Sekarang ini kita membutuhkan seorang ilmuwan dan peneliti seperti Syaikh Abbas Qumi, sebgai sosok yang mampu memahamikebutuhan masyarakat terutama kebutuhan para pemudanya. Serta mampu mengangkat tirai-tirai maknawiyat yang tidak hanya dibutuhkan masyarakat Iran tapi juga seluruh umat manusia.Pada akhir khutbahnya Larijani menyampaikan harapannya agar seminar semacam ini sering diadakan sebagai upaya untuk memberikan jawaban pada kebutuhan yang dibutuhkan para pemuda.Disampaikan bahwa kongres peringatan Muhaddis Abas Qumi telah dilaksanakan hari kamis digedung Ayatullah AL Uzma Fadhil Lankarani pusat kajian fikih Imam suci as yang terletak dikota Qom. Pada akhir kongres dipamerkan beberapa hasil karya Syaikh Abbas Qumi.(*)