20 November 2010 - 20:30

Teroris Thaliban dengan serangan rudal dari wilayah Afghanistan ke pedesaan pemukiman warga Syiah Parachinar Pakistan, merenggut nyawa 3 orang warga, satu perempuan dan dua anak-anak.

Menurut Kantor Berita ABNA, kelompok teroris Thaliban untuk menimbulkan ketegangan dan ketakutan di hari Idul Qurban, lewat serangan rudal yang ditujukan ke bagian utara barat wilayah Pakistan merenggut nyawa beberapa warga sipil dan menyebabkan cidera berat bagi lainnya.

Wilayah Parachinar terletak di kawasan pinggiran Pakistan, yang berjarak hanya 3 km dari bagian wilayah Afghanistan. Dan terdapat lebih dari dua ribu orang anggota Thaliban yang bermukim disekitar wilayah perbatasan tersebut. Kelompok Thaliban tersebut dibawah pimpinan Jalaluddin Haqani yang merupakan didikan dari AS dan NATO. Berkat kerjasama dan perlindungan dari AS, mereka bisa bermukim di tempat tersebut dan selalu sengaja memicu konflik dengan perkampungan sekitar perbatasan yang mayoritas pengikut Syiah. Tak jarang mereka secara tiba-tiba menyerang pemukiman Syiah dengan senjata-senjata canggih, namun pertahanan yang kokoh dari warga Parachinar membuat mereka tidak mampu memasuki apalagi menguasai wilayah-wilayah pemukiman Syiah. Tragisnya, serangan terakhir lewat rudal yang diarahkan ke pemukiman Syiah, justru di lakukan di hari raya besar kaum muslimin. Pihak pemerintah Pakistan, atas serangan tersebut tidak mampu berbuat apa-apa, karena pada dasarnya pemerintah Pakistan hari ini juga dibawah kontrol kebijakan-kebijakan AS.

Serangan rudal dari Thaliban di hari raya Idul Adha kemarin, lebih banyak tidak mengenai sasaran, kebanyakan mengenai pepohonan di kawasan hutan, namun diantara rudal tersebut ada yang tertuju tepat di rumah salah seorang warga Parachinar yang merenggut nyawa seorang perempuan dan 8 diantara anak-anak lainnya mengalami luka parah.

Ke delapan anak yang mengalami luka parah akibat ledakan segera di larikan ke Rumah Sakit, namun karena keterbatasan obat, dua diantaranya tidak bisa diselamatkan.