13 Oktober 2010 - 20:30

Doktor Ahmad At Thibi seorang dosen Al Azhar berkata” Jika kondisi di Irak terkendali aku akan melawat ke Irak.”

Menurut Kantor Berita ABNA, dosen universtas Al-Azhar Mesir ini dalam pertemuannya dengan Hujjatul Islam Sayyid Umar Al Hakim Pimpinan Musyawarah Tinggi Islam Irak berkata, ”Sebenarnya saya punya keinginan melakukan perjalanan ke Irak, namun saya hanya akan bisa pergi jika keamanan di negara ini sudah terkendali.

Al-Azhar

Hujjatul  Islam wa Muslimin Umar al Hakim dalam pertemuan ini juga memandang Al Azhar sebagai pusat dunia Islam yang moderat dan berkata, ”Saya menekankan bahwa kami atas nama persatuan masyarakat Syiah dan Ahlus Sunnah Irak mengundang syaikh Al Azhar untuk berkunjung ke Irak.”

Sebenarnya organisasi perkumpulan  Syiah di Irak sudah mengundang shaikh Al Azhar ini beberapa waktu yang lalu. Ahmad At-Thibi menanggapi undangan tersebut berkata,  ” Jika yang mengundang adalah kelompok Syiah dan Sunni, maka saya akan datang ke Irak.” Beberapa waktu yang lalu organisasi Syiah dan Sunni telah melakukan lawatan ke Mesir dan pada kesempatan itulah dua kelompok ini mengundang Shaikh Ahmad Al Thibi ke Irak, namun sampai sekarang undangan tersebut belum bisa terpenuhi karena kondisi keamanan Irak yang tidak menentu.  

Mesir sangat ingin melihat  terwujudnya persatuan dan perdamaian di Irak, sehingga Irak bisa kembali memainkan perannya yang signifikan di kawasan Timur Tengah, sebagaimana sejarah pernah mencatat Irak sebagai sebuah negara yang mewariskan karya-karya dan peran penting di dunia Arab. Terkait keberadaan Musyawarah Islam Irak beliau berkata,  “Majelis inimemiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mempersatukan kaummuslimin yang ada di Irak, dan juga merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk memberi penawar atas luka dan kesedihan masyarakat irak.”