Menurut Kantor Berita ABNA, kelas khusus yang sedang di buka ini diberi tema, "Jangan Bakar Al-Qur'an, Baca dan Pelajarilah!" dan bagi warga muslim yang bermukim di sekitar gereja diundang untuk membacakan Al-Qur'an, lengkap dengan membacakan terjemahan dan kemudian membahas dan mendiskusikan pesan-pesan Ilahi dalam kitab suci tersebut.
Kelas ini dibuka dengan tujuan untuk lebih mengenal dan memahami Al-Qur'an sebagai sumber utama agama Islam, dan lebih dari itu ditujukan sebagai upaya pendekatan antar penganut agama untuk menciptakan kehidupan kemanusiaan yang lebih baik.
Dein Shapli, pendeta dari gereja First United Methodist Illinois Amerika Serikat dalam kesempatan ini berkata, "Gereja ini setelah dibuka sejak tahun lalu telah berkali-kali mengundang tokoh-tokoh Islam untuk berkhutbah untuk non muslim dan kami juga banyak melakukan pertemuan-pertemuan khusus untuk saling mengenal keyakinan satu sama lain. Dari mereka kami mendapatkan pengetahuan mengenai ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya."