3 Oktober 2010 - 20:30

Di hari wafat Imam Ja’far Shadiq as, yang merupakan imam ke enam pengikut mazhab Syiah dan juga dikenal sebagai guru para imam mazhab, masyarakat Iran menjadikannya sebagai hari berkabung nasional. Mereka memperingatinya dengan mengibarkan kain bendera hitam sebagai tanda berduka yang dalam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Qom, sebuah kota yang berada dalam kawasan Republik Islam Iran dikenal sebagai kota suci para pengikut Ahlul Bait, hari ini diliputi duka cita yang mendalam. 25 Syawal tercatat dalam sejarah Islam sebagai hari wafat Imam Ja’far Shadiq, imam ke enam pengikut Syiah dan juga merupakan guru dari para imam mazhab fiqh di dunia Islam. Masyarakat Qom dan sekitarnya tumpah ruah dalam areal haram Sayyidah Maksumah mereka memiliki perasaan duka yang sama.

Wartawan ABNA yang berada di lokasi mengabarkan, keistimewaan peringatan duka tahun ini adalah kehadiran para ulama marja yang turut mengenang syahadah pemimpin para imam mazhab bersama masyarakat setempat. Setelah acara duka, para marja taklid seperti Ayatullah Wahid Khurasani dan Ayatullah Shafi Ghulpagani berjalan kaki dengan masyarakat dengan melantunkan syair-syair duka.

Pimpinan dan segenap staff redaksi Kantor Berita ABNA, berkenaan dengan hari syahadah Imam ke enam umat Syiah, Imam Ja’far as Shadiq as kepada segenap umat Syiah dan kaum muslimin mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya.