12 September 2010 - 19:30

Di tengah kecaman jutaan kaum muslimin sedunia, pihak gereja Florida yang menyerukan pembakaran al-Qur’an pada tanggal 11 September kemarin membatalkan niatnya, meski demikian beberapa warga AS di tiga negara bagian tetap melakukan pembakaran Al-Qur’an tanpa mendapat tindakan pencegahan apa-apa dari pihak keamanan AS.

Menurut Kantor Berita ABNA, meskipun Terry Jones, pemimpin kelompok kecil jemaat Gereja Dove World Outreach Center Amerika Serika membatalkan niatnya untuk melakukan pembakaran Al-Qur’an  dalam rangka mengenang tragedi 11 September namun di beberapa tempat terpisah, beberapa kelompok warga AS melakukan pembakaran kitab suci Al-Qur’an.

Menurut berita dari sumber yang bisa dipercaya, kemarin (11/9) beberapa orang dari kelompok radikal anti Islam berkumpul di depan gedung putih dan pemimpin kelompok ini membakar satu kitab Al-Qur’an. Di tempat terpisah di kota lain dua pendeta Kristen Protestan membakar dua naskah Al-Qur’an.

Begitu juga di lokasi pembangunan Islamic Centre di tengah kerumunan orang, seseorang telah melakukan pembakaran satu kitab Al-Qur’an yang sebelumnya dirobek-robek terlebih dahulu. Di negara bagian Kansas, satu gereja telah mengumumkan rencana aksi pembakaran Al-Qur’an akan tetap dilanjutkan dan penentuan waktunya akan ditetapkan kemudian.

Sebagaimana yang telah diberitakan Terry Jones, pemimpin kelompok kecil jemaat Gereja Dove World Outreach Center Amerika Serika pernah menyerukan kepada warga AS untuk melakukan pembakaran, namun setelah mendapat kecaman dari seluruh dunia telah membatalkan niatnya, dan menjamin di New York tidak ada satupun warga yang akan melakukan pembakaran Al-Qur’an.