Menurut Kantor Berita ABNA, DR. Mi’raj al Hadi Shadiqi, pimpinan Jamaah Islam Sanad Pakistan dalam orasinya menolak dan mengutuk rencana aksi pembakaran Al-Qur’an yang diserukan oleh Terry Jones, pemimpin kelompok kecil jemaat Gereja Dove World Outreach Center Amerika Serikat mengusulkan kepada kaum muslimin sedunia agar hari 11 September itu dijadikan sebagai hari Al-Qur’an dan hari tersebut dijadikan sebagai momentum peringatan dan penyampaian kepada seluruh dunia mengenai keterjagaan ajaran-ajaran mulia Al-Qur’an.
Beliau berkata, “Tidak ada seorangpun yang mampu mengubah hatta satu huruf dan satu harakat dalam Al-Qur’an karena Allah SWT telah memberikan jaminan keutuhannya sampai hari kiamat dan Dia sendiri yang akan menjaga keutuhan dan keasliannya.”
‘Serangan kepada Al-Qur’an jauh lebih mematikan dibanding serangan AS ke Irak dan Afghanistan.” Tegasnya.
Tambahnya lagi, “Penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad saww dan Al-Qur’an, hanya akan mengingatkan kaum muslimin kepada peristiwa hancurnya pasukan Abrahah yang super besar oleh pasukan burung kecil Ababil.”