8 September 2010 - 19:30

Direktur Majma' Ahlul Bait menyatakan bahwa zionis berada dibalik seruan ektrimis ini yang dikatakan sebagai bentuk aksi balas dendam atas tragedi 11 September. Beliau berkata, "Saya tahu siapa yang bertepuk tangan melihat aksi pendeta dan pengikut gereja ini".

Menurut Kantor Berita ABNA, Direktur Majma' Ahlul Bait Hujjatul Islam Wal Muslimin Muhammad Hasan Akhtari memberikan komentarnya mengenai seruan seorang pendeta Kristiani AS yang secara arogan menyerukan membakar Al-Qur’an pada hari peringatan mengenang tragedi 11 September. Beliau berkata, "Saya tahu siapa yang bertepuk tangan melihat aksi pendeta dan pengikut gereja ini".

Beliau menambahkan, "Penghinaan dan pelecehan terhadap agama apapun, kebudayaan dan tradisi masyarakat adalah tindakan yang sangat tidak bijak, jahil dan ta’azhub. Aksi ini akan dikutuk oleh semua insan yang merdeka, berpandangan terbuka, berakal dan pengikut agama apapun. Dan tak ada satupun kaum muslimin yang akan rela dan berdiam diri saja akan tindakan tersebut.”

Mengenai beberapa organisasi politik yang menyatakan dukungan atas aksi tersebut, Direktur Majma' Ahlul Bait ini menyatakan,"Tidak diragukan lagi, Zionis berada di balik mereka. Mereka seharusnya mengetahui dan paham bahwa seruan semacam ini hanya akan memperparah hubungan antar pengikut agama-agama, sementara kita memiliki tanggungjawab untuk mengharmonikan hubungan antar mereka.”

Hujjatul Islam Akhtari menegaskan, "Pemimpin mazhab, para ilmuan, uskup-uskup, pendeta-pendeta, alim ulama dan cendikiawan agama hendaklah berusaha agar diantara pengikut agama terjalin kehidupan yang harmonis saling menghargai dan bekerjasama satu sama lain secara meluas. Seandainya mereka benar-benar pengikut ajaran Injil, mereka pasti tahu bahwa pengikut Isa sangat terkenal memiliki sifat penyayang dan ramah. Kebanyakan ajaran Injil sama seperti yang termaktub dalam al-Quran dalam menekankan aspek kasih sayang dan persaudaraan di antara umat manusia."

Beliau memperingatkan, "Al-Quran merupakan sebuah kitab yang menyeru manusia agar menjalin rasa persaudaraan, perdamaian, saling menjaga, membela fakir dan anak yatim serta orang-orang yang berada dalam kesusahan. Apakah dengan seruan Al-Qur’an yang manusiawi ini memantaskan Al-Qur’an dibakar dan dihina?”

"Hendaklah diupayakan adanya jalan dialog dengan para pembesar gereja tersebut dan kepada mereka diperkenalkan lebih dekat mengenai Al-Qur’an dan Islam. Bisa jadi seruan tidak senonoh mereka, karena ketidaktahuan mereka tentang Al-Qur’an. Kemungkinan besar mereka terpengaruh atas tindakan-tindakan teror beberapa kelompok yang mengatasnamakan Islam atas tindakan-tindakan tidak manusiawi mereka. Terorisme mengatasnamakan Islam pada hakikatnya adalah konspirasi terselubung antara AS dan Zionis untuk merusak citra dan nama baik Islam.”

“Sudah terlalu sering umat Islam yang diwakili oleh ulama, organisasi bahkan negara Islam yang mengutuk aksi terorisme 11 September dan menyatakan bahwa umat Islam juga menentang dan mengutuk aksi-aksi teror semacam itu. Umat Islam menyatakan berlepas diri dari aksi teror tersebut dan tidak memberi dukungan apapun. Islam jauh dari kebiadaban dan kekejaman serta mengutuk perbuatan tersebut."

Beliau berharap yayasan dan organisasi Islam di barat berusaha lebih aktif memperkenalkan Islam kepada orang-orang yang masih memiliki paradigma negatif tentang Islam dan berupaya  memperkenalkan seruan dan hakikat ajaran Islam yang sebenarnya.

Harapan beliau lagi, "Semoga masyarakat dunia dan badan hak asasi manusia serta perkumpulan negara-negara Islam mencegah berlangsungnya aksi biadab ini sesuai dengan prosedural perundangan yang berlaku, karena perbuatan tersebut akan memicu ketegangan antara umat beragama.”

Sebagai direktur Majma' Ahlul Bait (as) beliau telah menyatakan kewajibannya mengutuk seruan membakar Al-Qur’an tersebut.