4 September 2010 - 19:30

Aksi solidaritas Al-Quds yang telah menjadi tradisi tahunan umat Islam dunia setiap Jum'at terakhir bulan Ramadhan mendapat penentangan keras dari Pemerintah Bahrain.

Kantor Berita ABNA, Dr Maitham al-Salman ketua pihak penyelenggara aksi solidaritas hari Al-Quds sedunia di Bahrain mengungkapkan kesesalannya, "Setelah menghubungi dan meminta kepada pemerintah resmi untuk menyelenggarakan aksi tahunan ini, kami tidak juga mendapat izin." Dia mengungkapkan aksi Al-Quds adalah aksi solidaritas kaum muslimin untuk mendukung perjuangan rakyat Palestinan meraih kebebesannya dan terlepas dari cengkraman penjajah Zionis Israel.

Beliau lebih lanjut menjelaskan, "Kami telah menganjurkan dan melaksanakan aksi solidaritas Al-Quds dari 10 tahun terakhir, namun tahun ini kami terpaksa melakukannya dengan cara yang berbeda."

Acara Al-Quds di Bahrain diadakan di Billad al Qadeem yang dihadiri lebih dari 10.000 orang yang diisi dengan berbagai ceramah oleh beberapa tokoh politik. Ceramah politik mereka berisi anjuran untuk tetap menunjukkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap tragedi-tragedi yang terjadi di Palestina dan berharap penjajah Zionis segera hengkang dari bumi Palestina.