19 Agustus 2010 - 19:30

Hujjatul Islam Dusyti, dosen pemikiran modern pada universitas Larastan Republik Islam Iran menyatakan bahwa Inggris seratus tahun yang lalu dengan mengatasnamakan Islam, membentuk firqah sempalan bernama Wahabi yang dibuat dengan tujuan menghancurkan Islam dari dalam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Dusyti, dosen pemikiran pada universitas Larastan Iran, pada perkuliahan, “Mengenal Perang Pemikiran”, menjelaskan bahwa perang antara Barat dan Iran adalah perang antar hak dan kebatilan. Beliau berkata, “Permusuhan Barat khususnya AS atas Iran pada dasarnya bukan sekedar perang melawan Iran semata, namun perang melawan Islam”.

Beliau melanjutkan, “Inggris seratus tahun yang lalu dengan mengatasnamakan Islam, membentuk firqah sempalan bernama Wahabi yang dibuat dengan tujuan menghancurkan Islam dari dalam.”

Ketika beliau ditanya hakikat dari perdamaian dunia itu apa, beliau memberikan jawaban, “Perdamaian hakiki bukanlah perdamaian bahwa kita berdiam dengan apa yang dilakukan AS dan Barat melainkan perdamaian hakiki adalah tersingkirnya kebatilan oleh kebenaran. Karena hak dan batil tidak mungkin hidup saling berdampingan.”

Diakhir perkuliahannya beliau mengingatkan, “Sesuatu yang mungkin jika diantara dua kelompok yang benar terdapat perbedaan pendapat, namun dengan adanya perbedaan pendapat tersebut bukanlah pemicu terjadinya perang, namun bisa diselesaikan lewat dialog dan diskusi secara ilmiah.”