4 November 2026 - 21:52
Pemimpin Revolusi Islam Iran: Mereka yang Masih Berharap pada Perubahan Sikap Sistem Dominasi Telah Melakukan Kesalahan Besar

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dalam pesannya memperingati Hari Nasional Perjuangan Melawan Arogansi Global menegaskan, “Jika masih ada orang-orang yang menyimpan sedikit harapan terhadap perubahan perilaku atau pergantian partai dan faksi dalam sistem dominasi, atau mengira bahwa dengan memberikan konsesi kepada Amerika Serikat mereka dapat menghentikan permusuhan negara itu terhadap bangsa Iran, maka mereka telah melakukan kesalahan besar.”

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran dalam pesannya memperingati Hari Nasional Perjuangan Melawan Arogansi Global menegaskan bahwa mereka yang masih berharap terhadap perubahan sikap sistem dominasi, atau menganggap pemberian konsesi kepada Amerika Serikat dapat menghentikan permusuhan Washington terhadap bangsa Iran, telah melakukan kesalahan besar.

Berikut teks lengkap pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei dalam rangka memperingati Hari Nasional Perjuangan Melawan Arogansi Global:

"Hari ini merupakan Hari Nasional Perjuangan Melawan Arogansi Global, sebuah hari yang menghimpun sejumlah titik balik penting dalam perjuangan barisan kebenaran menghadapi barisan kebatilan, serta barisan kaum tertindas menghadapi barisan kaum zalim.

Barangkali dapat dikatakan bahwa pada 13 Aban tahun ini, bangsa Iran memahami sikap dan posisinya terhadap Amerika Serikat yang melakukan kejahatan dengan lebih jelas dan tegas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, meninjau kembali akar, alasan, dan titik-titik balik permusuhan Amerika Serikat yang terus meningkat, serta keteguhan bangsa Iran dalam menghadapinya, merupakan penerang jalan bagi masa depan perjuangan ini.

Awal penindasan Amerika Serikat terhadap bangsa Iran dapat ditelusuri hingga lebih dari tujuh dekade lalu, ketika negara tersebut mengorganisasi kudeta 28 Mordad untuk melanjutkan penjarahan sumber daya dan kekayaan nasional Iran, khususnya minyak.

Pada dekade-dekade berikutnya hingga kemenangan Revolusi Islam, para penguasa Amerika Serikat juga berupaya keras menjarah kekayaan bangsa Iran.

Dalam menjalankan tujuan tersebut, mereka mendirikan SAVAK dan menciptakan suasana keamanan yang sangat represif di tengah masyarakat. Dengan demikian, mereka semakin memberikan keleluasaan kepada pemerintahan zalim pada masa itu untuk menindas setiap gerakan protes.

Menjelang kemenangan gemilang Revolusi Islam, mereka juga menggunakan berbagai tipu daya untuk mempertahankan pemerintahan boneka yang berada di bawah kendalinya.

Adapun mengenai tindakan permusuhan mereka setelah kemenangan revolusi besar bangsa Iran, dapat disusun daftar panjang berbagai tindakan yang merugikan rakyat.

Tindakan-tindakan tersebut meliputi dukungan terhadap kelompok-kelompok separatis, pelaku kudeta, dan kelompok munafik yang berpikiran gelap, yang dengan kejam telah menggugurkan sebagai syahid banyak warga biasa, selain para tokoh terkemuka di bidang ilmu pengetahuan, politik, dan sosial.

Termasuk pula dukungan langsung dan menyeluruh terhadap Partai Baath dalam perang yang dipaksakan pertama, pembunuhan warga sipil di dalam pesawat penumpang, penerapan sanksi ekonomi yang luas, berat, dan berkepanjangan, perencanaan dan dukungan terhadap berbagai kerusuhan dan kekacauan, bahkan pemberian dukungan persenjataan kepada para pelakunya.

Selain itu, terdapat pula pembunuhan terhadap Jenderal Soleimani, pahlawan nasional Iran dan umat Islam, pencurian harta serta kekayaan bangsa Iran di berbagai negara, dan akhirnya agresi militer secara langsung dalam perang yang dipaksakan kedua dan ketiga.

Agresi tersebut menyebabkan gugurnya sebagai syahid sejumlah besar tokoh terkemuka, ilmuwan, komandan, serta begitu banyak rakyat Iran yang tertindas, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang lanjut usia.

Di antara seluruh korban tersebut, yang paling utama adalah Pemimpin Agung Revolusi Islam, semoga Allah menyucikan jiwanya yang mulia.

Dalam seluruh tahapan ini, para pemimpin arogan Amerika Serikat beserta para pengikutnya senantiasa berusaha memaksakan dominasi mereka dan membuat Iran menyerah.

Bahkan, dalam bentuk terbaru tindakan pemaksaan tersebut, mereka telah meninggalkan seluruh tata krama dan formalitas internasional yang selama ini mereka gunakan sebagai kedok kebohongan dan tipu daya.

Dengan penuh kelancangan, mereka berusaha memecah belah negara, memaksa bangsa Iran bertekuk lutut, meruntuhkan sistem pemerintahan, serta menghancurkan peradaban Iran yang autentik dan telah berusia ribuan tahun.

Namun, dalam setiap tahap, mereka selalu berhadapan dengan tembok kokoh kenyataan di lapangan dan keteguhan tekad bangsa Iran yang bermartabat.

Akibat perhitungan keliru dan khayalan arogan mereka, beban biaya yang sangat besar akhirnya ditimpakan kepada rakyat Amerika Serikat dan pemerintahan-pemerintahan boneka yang berada di bawah kendali Washington.

Kini, kisah permusuhan lama Amerika Serikat terhadap bangsa Muslim Iran dan perlawanan penuh kehormatan seluruh rakyat Iran terhadap musuh tersebut telah mencapai suatu tahap ketika bukan hanya 13 Aban, melainkan setiap hari dan setiap jam telah menjadi momentum keteguhan dan perjuangan menghadapi Setan Besar.

Saat ini, situasi di Teluk Persia, khususnya Selat Hormuz, tidak hanya telah membuktikan kebatilan mitos bahwa Amerika Serikat tidak dapat dikalahkan, tetapi juga memperlihatkan kelemahan dan ketidakberdayaan pemerintahan-pemerintahan yang menggantungkan diri pada kekuatan selain rakyatnya sendiri.

Keadaan tersebut juga menunjukkan ketidaksetiaan dan ketidakmampuan kekuatan-kekuatan besar dalam membela pemerintahan boneka mereka.

Penerapan kendali Iran atas Selat Hormuz dan penghancuran pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara kawasan, meskipun merupakan respons terhadap agresi dan kejahatan Amerika Serikat dalam perang yang dipaksakan ketiga, pada saat yang sama juga dapat dipandang sebagai jihad ofensif melawan arogansi dalam skala regional.

Apabila tindakan agresi kembali dilakukan, jihad tersebut akan memperoleh cakupan yang jauh lebih luas.

Manifestasi kekuatan ini, bersama dengan persatuan berbagai bagian barisan kebenaran serta berbagai tindakan heroik yang cerdas dan penuh kekuatan dari front perlawanan, mulai dari Palestina dan Lebanon hingga Irak dan Yaman, merupakan pertanda terang yang membangkitkan harapan akan semakin tingginya panji barisan kebenaran dan terbukanya jalan menuju tatanan dunia baru.

Sebab, setiap kali barisan kebenaran memiliki tawakal, keteguhan, dan pengorbanan, barisan kebatilan, sebesar apa pun kekuatan dan kemampuannya, siapa pun dan apa pun bentuknya, tidak akan mampu bertahan menghadapinya.

Kemunduran dan kekalahan merupakan akhir yang pasti bagi mereka.

Sebagaimana firman Allah:

«إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا»

'Sesungguhnya kebatilan itu pasti akan lenyap.'

Segala puji bagi Allah. Bangsa Iran telah mempelajari dengan baik berbagai pelajaran besar dari ajaran Islam Muhammad Saw yang murni, pengetahuan Revolusi Islam, serta pemikiran para pemimpin mereka yang bijaksana, yakni Imam Khomeini yang agung dan Khamenei yang syahid, semoga Allah meninggikan kedudukan mulia keduanya.

Hari demi hari, seiring dengan terwujudnya janji-janji Ilahi, keimanan bangsa Iran terhadap kebenaran jalan ini semakin mendalam.

Saat ini, akibat terbongkarnya keburukan mereka sendiri, kekuatan dan dominasi Amerika Serikat yang terus mengalami kemunduran, baik dalam dimensi kekuatan militer maupun kekuatan lunak internasional, telah mengalami kejatuhan yang tidak dapat dipulihkan.

Proses keruntuhannya pun semakin cepat.

Jika masih ada orang-orang yang menyimpan sedikit harapan terhadap perubahan perilaku sistem dominasi atau pergantian partai dan faksi di dalamnya, atau membayangkan bahwa dengan memberikan konsesi kepada Amerika Serikat mereka dapat membuat negara itu menghentikan permusuhannya terhadap bangsa Iran, maka mereka telah melakukan kesalahan besar.

Anggapan keliru tersebut merupakan bentuk ketidaksyukuran terhadap berbagai kemenangan besar yang telah diperoleh bangsa Muslim Iran melalui tawakal, keteguhan, dan perjuangan.

Keinginan Setan Besar adalah agar bangsa Iran menyerah tanpa syarat.

Sekecil apa pun kecenderungan untuk menyerah kepada musuh yang ingin mendominasi, hal itu akan menyia-nyiakan modal besar yang telah diperoleh berkat darah para syuhada dan pengorbanan seluruh lapisan masyarakat.

Tindakan tersebut juga akan semakin mendorong musuh yang arogan untuk mengajukan tuntutan-tuntutan berlebihan, melancarkan peperangan berikutnya, dan melakukan tindakan-tindakan yang lebih lancang.

Satu-satunya jalan untuk mencapai tingkat penangkalan mutlak adalah melanjutkan strategi 'Iran yang Semakin Kuat' melalui kemajuan menyeluruh.

Persatuan, kesatuan, dan kohesi sosial merupakan unsur utama keberhasilan dalam perjalanan tersebut. Semua itu harus menjadi landasan bagi setiap ucapan dan tindakan individu maupun sosial, baik dari rakyat maupun para pejabat.

Dalam hal ini, sebagaimana dukungan rakyat terhadap para pejabat merupakan sesuatu yang diperlukan, keberlanjutan dan peningkatan perhatian para pejabat terhadap pengabdian yang lebih besar, penuh semangat jihad, serta kedekatan yang tulus dengan rakyat juga memiliki arti penting.

Demikian pula dengan upaya memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kemajuan material dan spiritual mereka, serta menjaga kehormatan dan kemerdekaan bangsa.

Kelompok yang berada di garis depan dalam membangun masa depan Iran tercinta yang cerah dan gemilang adalah generasi muda, mahasiswa, dan para pelajar kita.

Mereka harus terus berupaya menaklukkan dan menghancurkan sarang gelap 'keputusasaan, hilangnya harapan, dan anggapan bahwa sesuatu tidak mungkin dilakukan', serta menaklukkan rumah terang 'harapan dan keyakinan bahwa kita mampu'.

Pelaksanaan misi ini membutuhkan ketangguhan yang luar biasa serta kesiapan dengan berbagai senjata berupa ilmu pengetahuan, ketakwaan, keterampilan, akhlak, tekad, dan usaha yang sungguh-sungguh, serta komitmen bersama untuk mencapai tujuan-tujuan yang luhur.

Semoga dengan karunia Allah dan doa junjungan kita, semoga Allah Swt mempercepat kemunculan beliau, bangsa Iran dapat segera merasakan kemenangan, kebahagiaan, dan kemajuan yang menyeluruh.

Semoga pula terbuka jalan bagi semakin cepat dan semakin besarnya kemunduran dominasi Setan Besar.

«إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا وَنَرَاهُ قَرِيبًا»

'Sesungguhnya mereka memandangnya jauh, sedangkan Kami memandangnya dekat.'"

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha