23 Oktober 2026 - 06:40
Serangan Drone terhadap Ladang Minyak Shaybah dan Bandara Dammam; 3 Orang Tewas dan Sejumlah Lainnya Terluka di Arab Saudi

Serangan drone terhadap Ladang Minyak Shaybah dan Bandara Internasional King Fahd menyebabkan tiga orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA) mengklaim bahwa militer negara tersebut telah mencegat sebuah drone yang berupaya menargetkan salah satu fasilitas Ladang Minyak Shaybah milik perusahaan Arab Saudi, Aramco, di wilayah timur negara tersebut.

Insiden itu menyebabkan dua warga negara asing asal Filipina dan Nepal tewas, serta dua warga negara asing lainnya asal Pakistan dan India mengalami luka-luka.

Serangan terhadap Bandara Internasional Dammam; Satu Orang Tewas dan 8 Terluka

Dalam perkembangan terkait, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengumumkan bahwa serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Kota Dammam, wilayah timur Arab Saudi, pada Rabu malam telah menyebabkan seorang warga negara asing tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan pernyataan otoritas tersebut, serangan itu juga menimbulkan kerugian material yang besarnya masih dalam proses pemeriksaan dan penaksiran.

Di sisi lain, Juru Bicara Pasukan Koalisi Saudi mengklaim bahwa koalisi tersebut telah mencegat dan menghancurkan empat drone di wilayah timur Arab Saudi.

Amerika Serikat Perintahkan Sebagian Diplomat Meninggalkan Arab Saudi

Dalam perkembangan lainnya, sejumlah pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memerintahkan sebagian diplomat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan misi-misi diplomatik Amerika Serikat di Arab Saudi.

Washington juga berencana mengevakuasi anggota keluarga para pegawai dari sejumlah perwakilan Amerika Serikat lainnya di negara-negara Arab kawasan Teluk Persia.

Tommy Pigott, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dalam sebuah unggahan di media sosial X mengumumkan bahwa departemen tersebut telah mengeluarkan perintah agar pegawai pemerintah Amerika Serikat yang tidak menjalankan tugas esensial beserta anggota keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi saja.

Menurut klaim Pigott, keputusan tersebut diambil dalam situasi ketika Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran sipil di Arab Saudi.

Ia mengklaim bahwa serangan-serangan tersebut, termasuk serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur vital lainnya, telah menyebabkan warga sipil terluka serta menimbulkan gangguan serius terhadap perjalanan.

Pembatasan Keamanan di Bandara-Bandara Arab Saudi

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi sebelumnya telah mengeluarkan sejumlah peringatan yang mencakup pembatasan bagi pegawai pemerintah Amerika Serikat di negara tersebut.

Berdasarkan instruksi tersebut, pegawai Amerika Serikat harus memperoleh izin khusus dari Kepala Misi Diplomatik Amerika Serikat untuk menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi.

Kedutaan tersebut juga mengumumkan bahwa operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, masih dihentikan.

Sementara itu, Bandara Internasional King Abdulaziz di Kota Jeddah dan Bandara Internasional King Fahd di Kota Dammam masih melanjutkan aktivitasnya, meskipun menghadapi sejumlah keterlambatan dan pembatalan penerbangan.

Peringatan Kedutaan Besar Amerika Serikat tentang Kemungkinan Meluasnya Serangan

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi dalam pernyataan lainnya mengklaim bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah melakukan tindakan-tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur vital.

Kedutaan tersebut mengklaim bahwa serangan-serangan itu telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan gangguan terhadap perjalanan para penumpang.

Kedutaan juga memperingatkan bahwa ketegangan berpotensi meningkat dengan cepat dan meluas hingga melampaui wilayah geografis yang secara langsung menjadi lokasi konflik.

Kedutaan Besar Amerika Serikat meminta warga negaranya untuk meningkatkan kewaspadaan semaksimal mungkin serta menghubungi maskapai penerbangan dan pihak bandara secara langsung guna memperoleh informasi terbaru mengenai status penerbangan mereka.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha