Menurut laporan kantor berita ABNA, Sardar Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam, menulis dalam sebuah unggahan di salah satu media sosial: "Hanya peradaban biadab yang dapat menggunakan kata suci 'ibu' untuk bom terberat mereka."
Ia menambahkan: "Masa depan adalah milik bangsa yang mengubah ancaman terbesar musuh menjadi lelucon di jalanan dan pasar."
Komentar Anda