27 September 2026 - 21:28
Irak Umumkan Penarikan Penuh Pasukan Amerika dari Baghdad; Pangkalan Victory Dikosongkan

Pejabat Irak mengumumkan bahwa Pangkalan Militer Victory di dekat Bandara Internasional Baghdad telah sepenuhnya dikosongkan dan tidak lagi ditempati pasukan Amerika Serikat.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  – ABNA – Letnan Jenderal Abdul Amir al-Shammari, Direktur Kantor Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak, mengumumkan bahwa Pangkalan Militer Victory, yang terletak di dekat Bandara Baghdad di bagian barat ibu kota Irak, telah sepenuhnya kosong dari kehadiran pasukan Amerika.

Langkah tersebut dilakukan dalam kerangka proses penarikan pasukan Amerika dari Irak.

Berdasarkan laporan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed, al-Shammari juga mengatakan bahwa Irak akan menyusun rencana untuk menutupi kemungkinan kekurangan kemampuan udara setelah keluarnya koalisi pimpinan Amerika.

Ia menegaskan bahwa setelah 30 September, tidak akan ada lagi pasukan tempur maupun pangkalan militer asing yang tersisa di Irak.

Baghdad: Kendali Penuh atas Sinjar Akan Berada di Tangan Pasukan Irak

Dalam pernyataannya kepada media di Baghdad, al-Shammari mengatakan bahwa pasukan Irak akan mengukuhkan kendali penuh atas Sinjar di Provinsi Nineveh. Irak, lanjutnya, juga akan menutupi kemungkinan kekurangan kemampuan udara yang timbul akibat keluarnya pasukan koalisi pimpinan Amerika. Ia menegaskan bahwa pada tahap pascakoalisi, tidak ada kekhawatiran mengenai keamanan dan stabilitas negara.

Menurutnya, dialog juga sedang berlangsung antara sejumlah kelompok bersenjata dan para pemimpin politik Irak guna mengatur proses bergabungnya kelompok-kelompok tersebut serta menentukan status mereka dalam kerangka organisasi Hashd al-Shaabi.

Baghdad dan Ankara Berunding soal Penarikan Pasukan Turki

Mengenai kehadiran militer Turki di wilayah utara Irak, Direktur Kantor Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak mengatakan bahwa perundingan sedang berlangsung untuk mengosongkan Pangkalan Bashiqa atau Zilkan di Provinsi Nineveh dari pasukan Turki.

Ia mengatakan bahwa proses pengosongan tersebut direncanakan selesai dalam waktu 60 hari.

Proses Penarikan Pasukan Asing dari Irak

Penarikan secara praktis pasukan asing dan Amerika dari pangkalan serta pusat-pusat militer di Baghdad telah dimulai sejak tahun lalu sebagai implementasi kesepakatan antara Irak dan Amerika Serikat yang diumumkan pada September 2024.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, misi militer koalisi pimpinan Amerika di Irak dijadwalkan berakhir pada akhir September 2025.

Namun, pada Januari lalu, komite militer Irak menyatakan bahwa proses pengosongan seluruh pangkalan dan pusat militer milik koalisi pimpinan Amerika di Irak telah selesai dan hubungan kedua pihak memasuki tahap kerja sama keamanan bilateral.

Meski demikian, berakhirnya misi koalisi pimpinan Amerika tidak berarti seluruh pasukan asing langsung keluar sepenuhnya dari Baghdad.

Kerja sama dengan sejumlah pihak asing, termasuk NATO, tetap berlanjut. NATO juga masih menjalankan aktivitasnya di Irak hingga Maret lalu sebelum memindahkan seluruh staf misinya dari Baghdad ke markas organisasi tersebut di Napoli, Italia, akibat kondisi keamanan regional.

Pejabat Irak: Untuk Pertama Kalinya Pangkalan Victory Benar-Benar Kosong

Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadeed bahwa untuk pertama kalinya dapat dinyatakan dengan pasti bahwa Pangkalan Victory telah sepenuhnya kosong dari pasukan asing dan Amerika.

Pejabat tersebut mengatakan sebagian besar personel militer, penasihat, tim dukungan teknis dan logistik, serta para ahli komunikasi telah meninggalkan Irak.

Sebagian besar dari mereka disebut keluar melalui Kuwait sebelum melanjutkan perjalanan ke negara-negara lain.

Ia juga mengatakan bahwa para pejabat Irak secara bertahap sedang mengambil alih lokasi dan pusat-pusat yang sebelumnya berada di bawah kendali pasukan asing.

Menurut pejabat tersebut, upaya saat ini difokuskan pada mengakhiri kehadiran kelompok-kelompok personel militer di dalam Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Victory, Kompleks Militer Amerika Terbesar di Irak

Pangkalan Victory dibangun di bagian barat Baghdad dan berdekatan dengan Bandara Internasional Baghdad. Setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003, pangkalan tersebut berkembang menjadi kompleks militer Amerika terbesar di negara itu. Victory menjadi pusat utama komando dan kontrol bagi pasukan Amerika serta koalisi internasional dan merupakan salah satu fasilitas militer yang paling diperkuat di Irak. Luas pangkalan tersebut disebut mencapai sekitar 40 kilometer persegi dan memiliki 12 bangunan utama, area pendaratan helikopter, serta sistem pertahanan udara C-RAM.

Nilai strategis Pangkalan Victory tidak hanya berkaitan dengan penempatan pasukan Amerika. Pangkalan tersebut juga menampung berbagai fasilitas untuk mendukung operasi, mengelola misi militer, keamanan, logistik, dan intelijen, serta pusat-pusat kendali, gudang perlengkapan dan amunisi, dan ruang analisis intelijen.

Bashiqa, Pangkalan Turki yang Juga Akan Diserahkan kepada Baghdad

Mengenai Pangkalan Bashiqa atau Zilkan, Saad Maan, Kepala Organisasi Informasi Keamanan Irak, menegaskan bahwa proses penyerahan pangkalan tersebut akan dilakukan secara bertahap berdasarkan mekanisme dan jadwal yang telah disepakati.

Ia menyebut proses tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengukuhkan otoritas pemerintah Irak.

Dalam pernyataan pada Sabtu, Maan mengatakan terdapat keterkaitan yang jelas antara proses penarikan pasukan Turki dan langkah-langkah keamanan di Irak utara, khususnya penerapan supremasi hukum di Sinjar serta berakhirnya kehadiran pasukan bersenjata asing.

Menurutnya, langkah tersebut membuka jalan bagi penataan kembali situasi keamanan di Provinsi Nineveh dan wilayah sekitar Mosul, serta membantu terciptanya pengaturan keamanan yang lebih stabil di bawah pengelolaan Irak.

Di Mana Pangkalan Bashiqa dan Mengapa Penting?

Pangkalan Bashiqa merupakan pangkalan militer Turki di Irak utara, tepatnya di Provinsi Nineveh. Pangkalan itu terletak sekitar 10 kilometer dari Kota Bashiqa dan sekitar 30 kilometer di timur laut Mosul. Berdasarkan laporan yang telah dipublikasikan, hampir 1.000 tentara Turki pernah ditempatkan di pangkalan tersebut. Kamp itu didirikan pada 2014 setelah kelompok ISIS menyerang Mosul.

Sebelumnya, Ali al-Zaydi, Perdana Menteri Irak, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, setelah bertemu di New York di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81, mengumumkan adanya kesepakatan untuk menyerahkan Pangkalan Bashiqa atau Zilkan kepada pemerintah Irak berdasarkan jadwal tertentu.

Anggota Parlemen: Baghdad Bergerak Menuju Penyempurnaan Kedaulatan

Yasir Iskandar, anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, mengatakan bahwa keluarnya pasukan asing dan Amerika serta pasukan Turki dari Irak, berikut penyerahan pangkalan dan fasilitas yang sebelumnya berada di bawah kendali mereka, menunjukkan kemajuan signifikan pemerintah Irak dalam proses menyempurnakan kedaulatan dan mengakhiri berbagai bentuk kehadiran asing.

Dalam wawancaranya dengan Al-Araby Al-Jadeed, ia mengatakan bahwa penarikan pasukan asing dari Irak berlangsung sesuai jadwal yang disepakati antara Baghdad dan Washington.

Menurut Iskandar, keberhasilan pemerintah Irak mencapai penyelesaian dengan sejumlah pihak dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) juga mendorong Ankara memulai proses untuk mengakhiri intervensi militernya di wilayah utara Irak.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha