25 September 2026 - 08:58
Webinar Internasional “Perempuan, Pilar Stabilitas di Masa Krisis” Digelar dengan Mengangkat Teladan Imam Hasan Askari As

Bertepatan dengan datangnya hari kelahiran Imam Hasan Askari As, webinar internasional bertajuk “Perempuan, Pilar Stabilitas di Masa Krisis” digelar dengan fokus pembahasan pada peran ibu dan istri dalam perjalanan hidup Imam Maksum tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perempuan dan Keluarga, Deputi Urusan Internasional Lembaga Internasional Ahlulbait As.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Forum khusus yang digelar secara daring selama sekitar dua jam dalam bahasa Inggris ini diikuti oleh 50 perempuan aktivis dan tokoh budaya dari 18 negara. Webinar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari Thailand, Kashmir, Italia, dan Republik Islam Iran.

Pada awal webinar, Dr. Roknabadi, Direktur Jenderal Perempuan dan Keluarga Lembaga Internasional Ahlulbait As, menyoroti pentingnya peran ibu dan istri Imam dalam situasi khusus yang menyertai kehidupan mereka.

Ia mengatakan bahwa perjalanan Sayidah Narjis Sa dari Roma menuju Samarra tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai perpindahan geografis, melainkan sebagai sebuah “perjalanan menuju kesadaran” dan pencarian kebenaran mutlak.

Menurutnya, terbebasnya Sayidah Narjis Sa dari kemegahan dan kemewahan lingkungan aristokrasi Romawi merupakan simbol keberanian perempuan dalam mendefinisikan kembali identitas dirinya, terlepas dari batas-batas kebangsaan dan berbagai ekspektasi sosial.

Ia menambahkan bahwa peran Sayidah Narjis Sa di rumah Imam Hasan Askari As sebagai “jangkar stabilitas” sekaligus mitra strategis dalam mendidik Sang Penyelamat umat manusia, Imam Mahdi Aj, menunjukkan bahwa kekuatan pengaruh seorang perempuan dalam keluarga, bahkan dalam situasi krisis paling berat dan di bawah tekanan paling keras, dapat menjadi sarana untuk mengubah masa depan umat manusia dan menjadikan setiap tantangan sebagai pijakan menuju pertumbuhan spiritual.

Zainab Pirou-Ali, aktivis budaya asal Thailand, menekankan warisan pendidikan dan peradaban Sayidah Hadits Sa, khususnya perannya dalam menjaga keimanan dan identitas di tengah tekanan serta represi politik.

Dengan menyampaikan sejumlah pelajaran praktis yang diambil dari perjalanan hidup perempuan mulia tersebut, ia menekankan pentingnya institusi keluarga dalam menumbuhkan keimanan, keberanian, ketangguhan, dan sikap tawakal kepada Allah Swt pada diri anak-anak.

Sayidah Narjis Sa, Teladan Keimanan yang Sadar dan Keteguhan

Dr. Haniyeh Torkian, aktivis budaya asal Italia, mengkaji sosok Sayidah Narjis Sa sebagai teladan dalam keimanan yang dilandasi kesadaran, kewibawaan, dan keteguhan menghadapi kondisi krisis.

Ia menyinggung penolakan Sayidah Narjis Sa terhadap berbagai keistimewaan duniawi, keteguhannya selama masa penawanan dan berbagai kesulitan, serta peran cerdas dan tersembunyi yang dijalankannya dalam menjaga proses kelahiran Imam Mahdi Aj.

Dr. Torkian juga menekankan pentingnya keaslian batin serta keberanian yang disertai kemampuan mengendalikan diri.

Dr. Shamailah Zainab, mubaligah dan pengajar asal Kashmir, India, menekankan peran sentral keluarga dalam membentuk identitas spiritual, moral, dan sosial generasi mendatang.

Dengan mengambil inspirasi dari perjalanan hidup Sayidah Hadits Sa dan Sayidah Narjis Sa, ia menyoroti peran perempuan dalam mewariskan nilai-nilai, memperkuat ketangguhan keluarga, serta membangun hubungan suami-istri yang berlandaskan kerja sama dan dukungan timbal balik.

Pada akhir webinar, para peserta turut menyampaikan pandangan dan masukan mengenai tema kegiatan. Beberapa poin yang disampaikan antara lain:

  • perlunya meningkatkan edukasi mengenai dampak negatif media sosial terhadap generasi muda;

  • memperkuat jaringan dukungan bagi perempuan di seluruh dunia;

  • melanjutkan dan memperluas penyelenggaraan webinar pendidikan internasional;

  • mendokumentasikan poin-poin penting dari para pembicara agar dapat dimanfaatkan dalam berbagai program di tingkat lokal;

  • menyelenggarakan pertemuan internasional secara langsung pada masa mendatang apabila kondisi memungkinkan;

  • menekankan solidaritas global di antara perempuan Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan moral.

Webinar ini dimoderatori oleh Fatemeh Zarrabi, peneliti di bidang studi Islam.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha