Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Direktorat Jenderal Perempuan dan Keluarga, Deputi Urusan Internasional Lembaga Internasional Ahlulbait As, menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Perempuan, Poros Persatuan dalam Peradaban Islam Baru; Meninjau Kembali Sirah Nabi dan Pandangan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Khamenei.”
Webinar ini digelar dengan tujuan mengkaji peran perempuan dalam peradaban Islam baru serta menelaah kembali sirah Nabi dan pandangan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Khamenei. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari Iran, Lebanon, Norwegia, dan Pakistan, serta diselenggarakan dalam bahasa Arab dan Inggris.
Acara ilmiah dan budaya secara daring ini diikuti lebih dari 40 perempuan dari berbagai negara pada Rabu, 2 September 2026, pukul 17.00 waktu Iran, melalui platform Google Meet.
Dalam webinar tersebut, sejumlah narasumber menyampaikan pandangan dan hasil kajian mereka, di antaranya:
-
Dr. Iran Roknabadi, Direktur Jenderal Perempuan dan Keluarga Lembaga Internasional Ahlulbait As;
-
Aliyah al-Sayyid Saleh, anggota komite ilmiah Jamiat al-Mustafa al-Alamiyah dan dosen universitas asal Lebanon;
-
Rizwana Mujeer, pengajar, peneliti, dan pengkaji ilmu-ilmu Islam dari Pakistan;
-
Faizeh Zaidi, aktivis budaya dari Norwegia.
Selain itu, Hanan al-Lami, penyair, penulis, dan peneliti asal Irak, membacakan sejumlah karya puisinya yang berisi pujian dan sanjungan kepada Nabi Muhammad Saw.
Adapun moderator dalam forum ilmiah tersebut adalah Dr. Narges Taraqqi, Ketua Kelompok Sosial Lembaga Internasional Ahlulbait As.
Tujuan utama webinar ini adalah menjelaskan kedudukan tinggi perempuan dalam pembentukan dan pengembangan peradaban Islam baru dengan merujuk pada ajaran progresif Islam, sirah Nabi Muhammad Saw, serta memanfaatkan arahan dan pandangan Pemimpin Syahid Revolusi Islam.
Sebagaimana diharapkan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan dan sinergi antara para pakar serta perempuan yang memiliki perhatian terhadap isu tersebut dari berbagai belahan dunia.
Komentar Anda