11 September 2026 - 20:32
Syekh Ali Khatib: Pelucutan Senjata Perlawanan Tidak Wajar Selama Pendudukan Masih Berlangsung

Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah Lebanon menegaskan bahwa melucuti senjata perlawanan tidak logis dan tidak wajar selama sebagian wilayah Lebanon masih berada dalam pendudukan. Ia menyerukan dialog nasional yang menyeluruh untuk merumuskan visi masa depan negara tersebut.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA-  Syekh Ali al-Khatib, Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah Lebanon, menyinggung perkembangan di Lebanon dan kawasan. Ia mengatakan bahwa kawasan masih berada dalam situasi penuh ketegangan, mulai dari Lebanon dan Yaman hingga Suriah dan Palestina, sementara kekhawatiran akan meluasnya konflik terus berlanjut.

Menurutnya, sikap Amerika Serikat dan Israel yang terus menunda proses-proses politik tidak menyisakan prospek yang jelas bagi penyelesaian berbagai krisis.

Berbicara mengenai situasi Lebanon, al-Khatib mengatakan bahwa sebagian pihak menyerukan pelucutan senjata perlawanan sebagai langkah untuk membuka jalan menuju penyelesaian berbagai persoalan. Namun pada saat yang sama, para pejabat Israel menegaskan akan tetap mempertahankan keberadaan mereka di wilayah-wilayah Lebanon selatan yang diduduki.

Al-Khatib mengatakan: “Perlawanan muncul sebagai respons terhadap pendudukan, bukan sebaliknya. Selama pendudukan masih berlangsung, melucuti senjata perlawanan bukanlah sesuatu yang wajar.”

Ia menambahkan bahwa setelah pendudukan berakhir, masa depan perlawanan dapat dibicarakan dalam kerangka strategi pertahanan nasional, sebagaimana telah dikemukakan oleh pemerintah Lebanon, khususnya Presiden Lebanon. Al-Khatib menegaskan bahwa posisi tersebut merupakan pandangan bersama dan terpadu dari kalangan Syiah Lebanon.

Minta Presiden Lebanon Tinggalkan “Pilihan Tunggal”

Al-Khatib juga meminta Presiden Lebanon meninggalkan kebijakan yang hanya bertumpu pada satu pilihan dan perundingan langsung, karena menurutnya tujuh putaran perundingan sebelumnya tidak menghasilkan kemajuan.

Dengan menyinggung serangan Israel dan pengungsian masyarakat Lebanon, ia menekankan perlunya memberikan dukungan kepada lebih dari 40 ribu keluarga pengungsi.

Menurutnya, keluarga-keluarga tersebut membutuhkan perlindungan, bantuan, dan tempat tinggal sampai mereka dapat kembali ke daerah asal masing-masing.

Pada akhir pernyataannya, Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah Lebanon menegaskan bahwa kalangan Syiah menginginkan negara yang kuat, yang mampu melindungi rakyat sekaligus menjaga kedaulatan Lebanon. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap penempatan tentara Lebanon di seluruh wilayah negara.

Menurut al-Khatib, perlawanan tidak berupaya membentuk “negara di dalam negara” dan tidak memiliki proyek separatis. Sebaliknya, yang mereka tuntut adalah kemitraan nasional yang adil serta terjaganya martabat masyarakat Lebanon.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha