Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Bagian-bagian sebelumnya dari tulisan ini telah membahas kiprah Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei dalam pelayanan kepada masyarakat kurang mampu serta penguasaannya terhadap isu keamanan dan militer. Bagian keempat ini membahas pengalaman manajerialnya dalam Front Perlawanan selama beberapa dekade terakhir.
Pembentukan, perluasan, pengembangan, serta upaya meningkatkan pengaruh Front Perlawanan dalam berbagai dimensi regional dan internasional telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, menurut artikel ini, salah satu sisi yang jarang dibicarakan adalah peran Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei dalam pengelolaan dan pengembangan strategis Front Perlawanan.
Peran tersebut disebut cukup dikenal di lingkungan sejumlah aktivis Front Perlawanan dan gerakan Islam.
“Di Iran tidak banyak yang mengetahui apa sebenarnya peran Agha Mojtaba. Namun, orang-orang Hizbullah dan aktivis gerakan-gerakan Islam mengenal Agha Mojtaba dengan sangat baik,” ujar salah satu sumber yang dikutip dalam tulisan tersebut.
Pertemuan dengan Sayyid Hassan Nasrallah dan Qassem Soleimani
Artikel tersebut menyebut Ayatullah Mojtaba Khamenei beberapa kali mengadakan pertemuan yang berlangsung selama berjam-jam dengan mendiang Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dan Komandan Pasukan Quds IRGC Qassem Soleimani.
Dalam sejumlah pertemuan, ia disebut hadir sebagai perwakilan Pemimpin Revolusi Islam saat itu. Menurut tulisan tersebut, keterlibatan ini menunjukkan penguasaannya terhadap persoalan strategis dan manajemen yang berkaitan dengan Front Perlawanan.
Salah satu kebijakan strategis yang diklaim diterapkan di Hizbullah Lebanon di bawah arahannya adalah menyiapkan figur pengganti pada berbagai jenjang kepemimpinan.
Tujuannya agar apabila seorang komandan gugur, struktur eksekutif, komando, dan operasional pada setiap tingkatan tetap dapat melanjutkan tugasnya tanpa mengalami kekosongan kepemimpinan.
Artikel tersebut menyebut bahwa dalam konteks perencanaan inilah sejumlah anggota Hizbullah memandang Sheikh Naim Qassem sebagai “hadiah” Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah.
Bahkan, sejumlah aktivis Front Perlawanan yang dikutip dalam tulisan itu menyebut Sheikh Naim Qassem “dalam batas tertentu sebagai murid Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei.”
Pertemuan dengan Sheikh Naim Qassem
Pertemuan-pertemuan yang dipimpin Ayatullah Mojtaba Khamenei digambarkan memiliki jadwal yang sangat disiplin, baik dalam waktu dimulai maupun berakhir.Menurut orang-orang yang pernah mengikuti pertemuan dengannya selama beberapa dekade terakhir, ketepatan waktu tersebut merupakan salah satu karakter yang konsisten.
Namun, pertemuannya dengan Sheikh Naim Qassem disebut menjadi salah satu pengecualian. Sejumlah pertemuan dengan pemimpin Hizbullah itu berlangsung berulang kali tanpa batasan waktu yang ketat.
Artikel tersebut menilai hal ini menunjukkan besarnya perhatian Ayatullah Mojtaba Khamenei terhadap isu Front Perlawanan.
Pertemuan-pertemuan itu disebut berlangsung beberapa kali dalam rentang 16 bulan antara pengangkatan Sheikh Naim Qassem dan terpilihnya Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Republik Islam Iran.
Pernah Menggambarkan Stabilitas Suriah seperti “Tumpukan Batang Korek Api”
Artikel tersebut juga mengisahkan percakapan antara Ayatullah Mojtaba Khamenei dan salah seorang muridnya. Ketika murid tersebut mengungkapkan kegembiraannya atas kekalahan ISIS di Suriah dan menganggapnya sebagai tanda stabilitas pemerintahan negara itu, Ayatullah Mojtaba Khamenei disebut memberikan gambaran berbeda.
“Suriah seperti batang-batang korek api yang ditumpuk satu di atas yang lain,” ujarnya kala itu.
Menurut artikel tersebut, pernyataan itu menggambarkan rapuhnya stabilitas Suriah. Penulis kemudian mengaitkannya dengan runtuhnya pemerintahan di negara tersebut tujuh tahun kemudian.
Disebut Terlibat dalam Gerakan Islam di Azerbaijan
Peran strategis yang dikaitkan dengan Ayatullah Mojtaba Khamenei dalam aktivitas Front Perlawanan disebut tidak hanya mencakup Lebanon, Palestina, Suriah, dan Yaman. Sejumlah aktivis Front Perlawanan di Azerbaijan yang dikutip artikel tersebut juga menyebut adanya hubungan dalam pengelolaan persoalan gerakan Islam di negara itu.
“Sebagai Gerakan Islam Azerbaijan, kami mengirimkan surat dan laporan kepada beliau. Para pejabat terkait dalam persoalan tersebut juga menemui beliau, dan beliau memberikan keputusan mengenai langkah yang harus diambil. Beberapa kelompok lain dari gerakan-gerakan Islam juga berada di bawah pengawasan Agha Mojtaba,” demikian salah satu kesaksian yang dikutip.
Tulisan selanjutnya akan membahas dimensi lain dari kiprah ilmiah dan eksekutif Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei.
Sumber
-
Wawancara dengan Hujjatul Islam Sayyid Amir Hossein Alavi Gorgani, cucu Ayatullah Agung Alavi Gorgani dan salah seorang murid Ayatullah Mojtaba Khamenei.
-
Wawancara dengan Iskandar Hosseinov, Direktur Yayasan Noor di Azerbaijan.
-
Sayyid Ali Asghar Hosseini / Kantor Berita ABNA.
Link Terkait:
Bagian II: Melayani Kaum Kurang Mampu dan Mendirikan Lembaga Amal
Komentar Anda