25 Agustus 2026 - 16:11
Bagian I: Dari Mendirikan dan Mengelola Pusat Keilmuan hingga Membentuk Lembaga Amal bagi Masyarakat Membutuhkan

Penguasaan mendalam terhadap fikih dan dasar-dasar ilmu keislaman di hauzah, pendirian berbagai pusat keilmuan, pemahaman terhadap ilmu-ilmu kontemporer dan bidang-bidang inovatif, penyusunan program strategis berskala besar di bidang militer dan jihad, hingga berbagai kegiatan mendasar dalam bidang budaya dan sosial serta pembentukan jaringan lembaga amal merupakan sebagian sisi kehidupan dan kiprah keilmuan serta eksekutif Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei yang selama ini belum banyak diketahui publik.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA -  Sikap rendah hati dan kecenderungan untuk menjauh dari sorotan publik menjadi salah satu ciri menonjol Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei sepanjang sekitar 50 tahun perjalanan kehidupan pribadi, sosial, keilmuan, politik, dan militernya.

Selama hampir 30 tahun mengajar secara berkelanjutan di berbagai hauzah ilmiah, sekitar 20 tahun di antaranya dihabiskan dengan mengajar bahth kharij fikih dan usul di Hauzah Ilmiah Qom. Namun, dalam kurun waktu tersebut, ia tidak pernah memberikan izin untuk mempromosikan kegiatan pengajarannya, mempublikasikan foto-foto dari kelas tersebut, ataupun menerbitkan secara luas catatan kuliah dan buku yang telah disusun dari forum-forum ilmiah tersebut.

Dalam 20 tahun terakhir, hampir bersamaan dengan aktivitasnya mengajar bahth kharij fikih dan usul—tingkat pendidikan tertinggi dalam sistem hauzah—Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei juga mendirikan sejumlah pusat keilmuan.

Di antaranya adalah Sekolah Tinggi Fikih dan Usul Hazrat Qa’im (aj), Sekolah Tinggi Fikih Imam Ali bin Musa al-Ridha (as), Sekolah Fikih Syams al-Syumus, serta Pusat Fikih Fiqh al-Ridha (as).

Selain itu, ia disebut membentuk berbagai lembaga amal untuk membantu masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Iran. Kegiatan tersebut berjalan bersamaan dengan studi-studi strategis serta pengelolaan sejumlah proyek khusus di bidang militer dan jihad, yang menjadi bagian lain dari kiprah keilmuan dan eksekutifnya.

Pada periode yang sama, atas permintaan ayahnya yang syahid, Allamah Sayyid Ali Hosseini Khamenei, ia juga melakukan berbagai penelitian strategis mengenai kebudayaan, ancaman beserta berbagai dimensinya, industri budaya, ekonomi resistensi, komunikasi, dan jejaring sosial.

Untuk mendukung kegiatan ilmiah tersebut, ia disebut membaca secara langsung berbagai artikel terbaru dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Sementara sumber-sumber dalam bahasa lain diterjemahkan terlebih dahulu atas permintaannya.

Salah satu hal yang paling menonjol dari berbagai aktivitas tersebut adalah upayanya untuk tidak mengaitkan nama pribadinya dengan lembaga-lembaga maupun program yang dikelolanya.

Disebutkan bahwa bahkan sejumlah penasihat urusan ulama di lingkungan kepresidenan pada beberapa periode pemerintahan tidak mengetahui bahwa pusat-pusat tersebut berada di bawah pengelolaannya.

Demikian pula masyarakat kurang mampu yang menerima bantuan. Mereka memperoleh layanan dalam bentuk “hadiah dari para dermawan anonim” atau paket kebutuhan hidup yang disebut dikirim dari kantor Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Dengan cara itu, nama maupun tanda keterlibatan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei tidak dicantumkan dalam aktivitas pusat-pusat keilmuan maupun layanan sosial tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kelompok ilmiah dari sejumlah bidang juga disebut berkali-kali mengadakan pertemuan dengannya.
Bidang yang dibahas sangat beragam, mulai dari kajian peradaban, tata kota dengan fokus pada kota-kota Islam dan kota produktif, inovasi dan teknologi, pertanian, ketahanan pangan, hingga sistem budidaya tanpa tanah atau hidroponik.

Menurut laporan ini, sejumlah peserta pertemuan mengaku terkesan dengan keluasan informasi dan pengetahuannya dalam berbagai bidang tersebut.

Dalam beberapa pertemuan khusus itu pula, sejumlah profesor terkemuka dari berbagai disiplin ilmu universitas disebut menyebut kemunculannya sebagai semacam “Syekh Baha’i pada zaman modern”, merujuk kepada ulama dan ilmuwan besar era Safawi yang dikenal menguasai berbagai cabang ilmu.

Pada bagian-bagian berikutnya, tulisan ini akan mengulas lebih jauh berbagai dokumen serta sisi lain dari perjalanan keilmuan, sosial, dan kehidupan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei yang selama ini belum banyak terungkap.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha