4 September 2026 - 20:12
Reuters: Serangan terhadap Pesta Pernikahan di Kuhestak Disebabkan Hantaman Langsung Munisi AS

Reuters, dengan mengutip analisis empat pakar persenjataan terhadap foto dan video yang telah diverifikasi, melaporkan bahwa serangan terhadap sebuah pesta pernikahan di kawasan Kuhestak, Iran selatan, bukan disebabkan oleh kesalahan sistem pertahanan udara Iran maupun serpihan atau munisi Amerika yang melenceng, melainkan akibat hantaman langsung munisi Amerika Serikat.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Reuters dalam laporannya menyebutkan bahwa analisis para pakar persenjataan terhadap foto dan video yang telah diverifikasi menunjukkan serangan yang menghantam sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, Iran selatan, pada Selasa bukan akibat kesalahan pertahanan udara Iran ataupun serpihan dan munisi Amerika yang melenceng, melainkan akibat hantaman langsung senjata Amerika Serikat.

Menurut laporan Reuters, empat pakar persenjataan yang meneliti foto dan video terverifikasi menyatakan bahwa pola kerusakan di lokasi kejadian konsisten dengan hantaman langsung sebuah munisi AS. Laporan itu menyebut Amerika Serikat secara langsung menghantam lokasi pesta pernikahan di Sirik.

Tiga dari empat pakar tersebut menegaskan bahwa munisi yang menghantam lokasi itu hampir dapat dipastikan merupakan senjata Amerika, bukan rudal pertahanan udara Iran.

Trevor Ball, mantan teknisi penjinak bahan peledak Angkatan Darat AS dan analis teknis senior intelijen persenjataan, setelah memeriksa sejumlah gambar mengatakan bahwa kerusakan yang terlihat tampaknya disebabkan oleh munisi yang meledak ketika menghantam atap atau tepat di atasnya.

Ia juga mengomentari pecahan senjata yang dipublikasikan media Iran. Menurut Ball, beberapa bagian tersebut memiliki kemiripan dengan JSOW (Joint Standoff Weapon), sebuah bom luncur berpemandu yang digunakan oleh militer Amerika Serikat.

Gareth Collett, pakar persenjataan dan pensiunan brigadir jenderal Angkatan Darat Inggris, sependapat dengan analisis Ball. Menurutnya, keseluruhan bukti lebih menunjukkan penggunaan munisi udara Amerika berbobot 500 pon dibandingkan rudal pertahanan udara Iran.

Sementara itu, Sebastian Schütte, profesor riset di Peace Research Institute Oslo, juga menganalisis foto dan video kejadian tersebut.

Ia mengatakan bahwa sudut hantaman tidak sesuai dengan karakteristik rudal pertahanan udara. Lubang yang terbentuk pada atap rumah juga dinilai tidak mendukung hipotesis bahwa munisi tersebut sebelumnya memantul atau menyimpang setelah mengenai menara telekomunikasi.

AS Akui Melakukan Serangan di Kuhestak

Menurut laporan tersebut, dua pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa militer AS menyerang kawasan Kuhestak pada 1 September dan menyatakan bahwa sasaran operasinya adalah menara telekomunikasi di kota tersebut.

Menara itu berada sekitar 135 meter dari lokasi pesta pernikahan dan, menurut sumber-sumber Iran, dihantam sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Dalam serangan itu, empat orang tewas, termasuk seorang anak berusia empat tahun dan seorang remaja berusia 16 tahun. Sebanyak 68 orang lainnya terluka. Sesaat setelah ledakan, seorang saksi mata menyampaikan melalui pesan suara: “Kuhestak hancur. Empat, lima, bahkan sepuluh rumah hancur. Banyak orang masih tertimbun reruntuhan.”

New York Times Juga Identifikasi Komponen JSOW

Sebelumnya, The New York Times juga melaporkan bahwa analisis terhadap video dan foto pecahan senjata di lokasi pengeboman Kuhestak menunjukkan kesesuaian dengan komponen bom berpemandu JSOW, jenis senjata yang dimiliki dan digunakan militer Amerika Serikat.

IRGC Umumkan Serangan Balasan

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dalam pernyataan nomor tujuhnya, menyebut bahwa hampir 70 warga sipil menjadi korban serangan tersebut dan empat orang di antaranya tewas, termasuk seorang anak.

Dalam pernyataan itu, IRGC mengatakan bahwa sebagai balasan atas serangan tersebut, pada dini hari pihaknya melancarkan serangan gabungan rudal dan drone terhadap markas serta tempat tinggal komandan Amerika di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

IRGC mengklaim serangan itu menewaskan sejumlah personel lawan serta membakar hanggar dan area parkir drone yang disebut terlibat dalam serangan terhadap masyarakat Iran.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha