Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Desakan itu muncul setelah seorang pria di Manchester dijatuhi hukuman penjara karena mengirim ancaman pembunuhan terhadap dua masjid.
Berdasarkan laporan jaringan berita Inggris ITV, seorang pria bernama Gabriel Levy dari Wakefield dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah melakukan dua panggilan telepon anonim bernuansa Islamofobia kepada Masjid Al-Sunnah dan Masjid Iqra di Manchester pada Oktober 2025.
Ancaman Pembunuhan melalui Telepon
Dengan menggunakan nomor telepon tersembunyi, Levy mengatakan kepada salah satu orang yang menerima telepon:
“Saya akan datang ke masjid kalian dan membunuh kalian.”
Ia mengklaim tindakannya merupakan respons terhadap serangan di Sinagoge Heaton Park, yang terjadi dua hari sebelumnya. Dalam serangan tersebut, seorang pelaku membunuh dua jamaah Yahudi saat peringatan keagamaan Yom Kippur.
Desakan Pendanaan Mendesak untuk Perlindungan Masjid
Kini, Manchester Council of Mosques/organisasi-organisasi Islam Manchester meminta pemerintah Inggris segera menyediakan dana keamanan bagi masjid-masjid guna melindungi para jamaah.
Permintaan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kebencian anti-Muslim di Inggris.
Menurut data yang dikutip dari British Muslim Trust, kebencian terhadap Muslim di negara tersebut disebut telah mencapai tingkat tertinggi yang pernah tercatat. Rata-rata, satu masjid di Inggris disebut menjadi sasaran serangan setiap lima hari.
Otoritas Hukum Tegaskan Ancaman Pembunuhan Ditangani Serius
Asosiasi organisasi Islam Manchester mengapresiasi respons aparat penegak hukum dan pengadilan terhadap kasus tersebut.
Setelah putusan pengadilan, seorang jaksa senior mengatakan bahwa ancaman pembunuhan, dalam bentuk apa pun, memiliki dampak sangat serius terhadap orang-orang yang menjadi sasaran.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para korban yang berani melaporkan ancaman tersebut.
Menurut jaksa, putusan ini menunjukkan bahwa ancaman pembunuhan dan kejahatan kebencian Islamofobia akan ditangani dengan tingkat keseriusan tertinggi.
Tidak Seorang Pun Boleh Menjadi Sasaran karena Agama atau Identitas
Asosiasi organisasi Islam Manchester menegaskan bahwa tidak seorang pun seharusnya menjadi sasaran ancaman atau serangan hanya karena agama atau identitasnya.
Mereka memperingatkan bahwa ancaman terhadap sebuah tempat ibadah bukan hanya berdampak pada orang-orang yang kebetulan berada di tempat tersebut, tetapi juga terhadap ratusan bahkan ribuan orang yang hanya ingin beribadah dengan aman dan tenang.
Riwayat Serangan terhadap Masjid di Manchester
Asosiasi tersebut juga menyinggung sejumlah insiden dalam beberapa tahun terakhir. Manchester Central Mosque, Elaf Mosque, dan Nasfat Mosque disebut pernah menjadi sasaran serangan. Selain itu, rumah keluarga seorang imam di Bolton juga dilaporkan menjadi sasaran serangan bom api.
Desakan Penanganan Lebih Tegas terhadap Islamofobia
Asosiasi itu meminta agar serangan Islamofobia diperlakukan dengan tingkat keseriusan yang semestinya dan mendesak pemerintah Inggris segera menyediakan dana keamanan khusus bagi masjid-masjid.
Mereka juga menyampaikan kekhawatiran mengenai bagaimana media memberitakan ancaman terhadap komunitas Muslim.
Asosiasi tersebut mempertanyakan apakah ancaman terhadap umat Islam mendapat tingkat perhatian dan keseriusan yang sama dengan ancaman terhadap komunitas agama lainnya.
Seruan Solidaritas Antar-Komunitas
Asosiasi organisasi Islam Manchester menegaskan bahwa kota Manchester memiliki sejarah panjang masyarakat dengan latar belakang beragam yang berdiri bersama dalam menghadapi ancaman dan perpecahan.
Mereka menyatakan akan terus berupaya menjaga keamanan dan martabat masyarakat serta terbuka untuk mengadakan pertemuan dengan pejabat dan lembaga terkait guna membahas berbagai kekhawatiran mengenai keamanan.
Pemerintah Inggris Sediakan Hingga £40 Juta untuk Keamanan Masjid
Menurut Kementerian Dalam Negeri Inggris, pemerintah telah menyediakan dana hingga 40 juta pound sterling melalui skema perlindungan keamanan masjid. Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai langkah pengamanan, seperti pemasangan CCTV, sistem alarm, serta penggunaan tenaga keamanan khusus.
Organisasi yang memenuhi syarat, termasuk masjid, sekolah Islam, dan pusat komunitas Muslim, dapat mengajukan permohonan langsung kepada Kementerian Dalam Negeri Inggris untuk mendapatkan dukungan pendanaan tersebut.
Komentar Anda