Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip jaringan Al-Masirah, surat kabar Inggris Financial Times melaporkan bahwa harga transportasi di jalur-jalur penting seperti Terusan Panama, Sungai Rhein, Laut Merah, dan Laut Hitam telah meningkat dalam sebulan terakhir ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Surat kabar tersebut menyebut dampak ganda dari konflik dan periode kekeringan panjang di Eropa dan Amerika Latin sebagai faktor lonjakan tajam tarif angkutan.
Financial Times juga mengutip CEO perusahaan pelayaran Belgia "SMP Tac", yang melaporkan bahwa dunia menyaksikan lonjakan harga transportasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
CEO perusahaan tersebut juga mengatakan: "Dalam kondisi saat ini, pabrik-pabrik tidak punya pilihan selain menutup atau memasok barang dari wilayah dengan biaya lebih tinggi di dunia."
Komentar Anda