Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Menjelang 71 hari pelaksanaan pemilu Knesset Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, para kandidat mulai menggencarkan kampanye untuk menarik dukungan para pemilih setelah tiga tahun perang yang diwarnai berbagai kegagalan dan kemunduran di sejumlah front pertempuran.
Di tengah situasi tersebut, kampanye Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel sekaligus pemimpin Partai Likud, terus mencermati hasil berbagai jajak pendapat terbaru yang menunjukkan kandidat dari kubu rival unggul menjelang pemilu.
Dalam strategi kampanye terbarunya, kubu Netanyahu berupaya memanfaatkan kekhawatiran masyarakat Israel terhadap Poros Perlawanan serta tokoh-tokoh yang dikenal menentang kebijakan dan tindakan Israel untuk menggalang dukungan bagi Netanyahu.
Partai Likud, yang menyadari besarnya kekhawatiran masyarakat Israel terhadap Iran, Poros Perlawanan, dan sejumlah tokoh anti-Israel di kawasan maupun dunia, memasang sejumlah baliho berukuran besar di berbagai wilayah.
Baliho tersebut menampilkan foto Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam Iran; Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah; Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Turki; serta Zohran Mamdani, Wali Kota New York.
Melalui kampanye visual tersebut, Likud dinilai berusaha membangun rasa takut di kalangan pemilih untuk mendorong dukungan terhadap Netanyahu.
Pada baliho-baliho besar itu tertulis pesan:
“Mereka ingin Netanyahu kalah dalam pemilu. Jangan biarkan mereka menang.”
Komentar Anda