10 Agustus 2026 - 22:20
Media Ibrani Klaim Ada Jurang yang Makin Lebar antara Washington dan Tel Aviv; Berselisih soal Gaza, Lebanon, dan Iran

Channel 13 rezim Zionis mengklaim bahwa jurang perbedaan antara Washington dan Tel Aviv semakin dalam terkait masa depan perang di Gaza, Lebanon, dan Iran. Media itu menyebut Amerika Serikat sedang berusaha menekan rezim Zionis agar mengakhiri konflik secara bersamaan di tiga front tersebut.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Sebuah jaringan televisi rezim Zionis melaporkan meningkatnya perbedaan sikap antara Tel Aviv dan Washington mengenai cara mengakhiri konflik di Gaza, Lebanon, dan Iran. Laporan itu menyebut Amerika kini meningkatkan tekanannya untuk menutup ketiga front tersebut.

Channel 13 rezim Zionis, mengutip sumber-sumber politik, melaporkan bahwa Brad Cooper, Komandan Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau CENTCOM, dalam kunjungan terbarunya ke Palestina pendudukan, menyampaikan pesan Washington kepada para pejabat Israel. Pesan itu menekankan pentingnya bergerak menuju “penutupan tiga front”.

Berdasarkan laporan tersebut, Amerika menginginkan penarikan lebih lanjut pasukan Israel dari sejumlah titik di zona penyangga Lebanon selatan, kemajuan dalam proses penyelesaian situasi Gaza, serta penempatan pasukan multinasional di wilayah tersebut. Pasukan internasional itu disebut untuk saat ini terdiri atas ratusan tentara dari Maroko dan Uganda.

Sebaliknya, para pejabat militer rezim Zionis menyampaikan kepada pihak Amerika bahwa jika Iran terus mengembangkan program nuklir atau membangun kembali kemampuan rudal balistiknya, Tel Aviv tetap mempertahankan hak untuk bertindak terhadap Iran.

Sejumlah pejabat keamanan Israel juga dikabarkan keberatan atas permintaan Washington agar Tel Aviv menghentikan operasi pembunuhan terarah dan mengurangi operasi militer di Gaza.

Laporan ini muncul ketika Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, menyebut masih adanya kontak dengan Iran. Ia menyatakan lebih memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran daripada mengeluarkan perintah serangan militer baru.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengklaim bahwa pemerintah Amerika menangani Iran “dengan tenang”, sambil terus memantau perkembangan negara itu dari dekat.

Meski media-media menyoroti perbedaan antara Washington dan Tel Aviv, sebagian pengamat menilai jurang tersebut tidak sepenuhnya bersifat nyata dan strategis. Mereka melihatnya lebih sebagai perbedaan taktis dan semacam pertunjukan politik untuk mengelola opini publik.

Pandangan ini diperkuat oleh fakta bahwa koordinasi politik dan militer antara kedua pihak masih terus berlangsung.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha