Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Jet tempur rezim Zionis menargetkan daerah "Areed Debin" di Lebanon selatan pagi ini, Jumat. Menurut Jaringan Al-Arabi, tentara rezim Zionis juga melakukan operasi peledakan tadi malam di daerah dataran kota "Al-Khayyam". Di distrik Nabatiyeh, sebuah drone Israel juga menargetkan kota "Jabshit"; Sementara sebagian besar kota dan desa di kota Tyre dan Bint Jbeil berada dalam keadaan tenang dan waspada.
Ketenangan relatif di Lebanon selatan
"Edmon Sassin", seorang reporter untuk Al-Arabi Channel di Lebanon selatan, mengumumkan bahwa dini hari tadi diwarnai dengan ketenangan relatif dan satu-satunya serangan yang tercatat adalah serangan pesawat tak berawak Israel di kota Jabshit.
Ia menambahkan bahwa kemarin ia menyaksikan peningkatan besar-besaran serangan rezim Zionis di Lebanon selatan. Lebih dari 40 kota dan desa menjadi sasaran pesawat tak berawak dan pesawat tempur rezim Zionis.
Menurutnya, fokus utama serangan ini adalah pada poros barat Lebanon selatan, terutama wilayah "Tyre-Al-Abbasiyyah", di mana beberapa orang gugur. Kota "Deir Qanun al-Nahr" juga termasuk di antara daerah yang menjadi sasaran.
Poros Zona Majdal; Fokus Bentrokan
Sassin mengklarifikasi bahwa perhatian sekarang terfokus pada poros "Zona Majdal-Tayr Harfa". Di mana bentrokan telah terjadi antara Hizbullah Lebanon dan tentara Israel. Menurut laporan ini, pasukan Israel mencoba maju menuju lingkungan timur kota "Zona Majdal". Hizbullah juga mengumumkan bahwa mereka telah menyergap pasukan Israel yang berencana untuk maju dari daerah Tayir Harfa menuju Wadi Hassan.
Gerakan tersebut menekankan bahwa mereka menargetkan pengumpulan pasukan Israel dan melancarkan beberapa serangan rudal terhadap mereka. Mereka juga melaporkan bahwa sebuah tank tentara Israel menjadi sasaran di Bint Jbeil dan mengumumkan bahwa kendaraan militer yang dikirim untuk mengangkutnya juga diserang.
Upaya Israel untuk Menciptakan Sabuk Keamanan
Reporter Al-Arabi juga menyatakan bahwa tentara Israel mencoba untuk menguasai ketinggian "Zona Majdal" dan "Al-Mansouri" yang menghadap Garis Biru.
Menurutnya, pasukan Israel juga berupaya mencapai ketinggian Ali Taher untuk membangun kembali sabuk keamanan yang ada sebelum penarikan Israel dari Lebanon selatan pada tahun 2000.
Serangan harian Hizbullah berlanjut
Di sisi lain, Abdel Qader Abdel Hamid, seorang reporter untuk Jaringan Al-Arabi di Yerusalem yang diduduki, mengumumkan bahwa serangan Hizbullah terhadap posisi Israel terus berlanjut dengan pola yang sama seperti beberapa hari terakhir. Ia mengatakan bahwa jumlah serangan ini bervariasi antara 15 dan 20 operasi setiap hari.
Menurut laporan dari tentara Israel, serangan-serangan ini menyebabkan rata-rata setidaknya 10 hingga 15 orang terluka setiap hari.
Beberapa media dan platform Israel juga melaporkan bahwa sejumlah korban luka telah dipindahkan ke Rumah Sakit Rambam, tetapi belum ada angka pasti yang dipublikasikan.
Peringatan keamanan berlanjut
Abdel Hamid menambahkan bahwa sirene peringatan hanya berbunyi sekali kemarin, dan peringatan lain tercatat hari ini. Ia menjelaskan bahwa beberapa peringatan ini terkait dengan operasi di dekat perbatasan Lebanon dan tidak selalu terkait dengan infiltrasi atau serangan jauh di dalam wilayah Israel.
Tentara Israel juga mengumumkan bahwa pasukannya telah mencapai daerah "Wadi al-Saluqi", sebuah langkah yang merupakan bagian dari upaya untuk maju melalui darat menuju dataran tinggi dan daerah yang menghadap Lebanon selatan.
Your Comment