4 Juni 2026 - 18:56
Source: ABNA
Kedaulatan Teknologi; Upaya Eropa untuk Lepas dari Ketergantungan Digital pada Amerika

Peluncuran paket "Kedaulatan Teknologi" oleh Komisi Eropa harus dianggap sebagai salah satu perkembangan strategis terpenting Uni Eropa pada tahun 2026. Perkembangan ini, yang melampaui sekadar program teknologi, mencerminkan perubahan sikap Brussel terhadap konsep kemerdekaan di abad ke-21.

Selama tiga dekade terakhir, Uni Eropa telah mampu mencapai posisi signifikan dalam sistem internasional di berbagai bidang ekonomi dan industri, namun dalam bidang teknologi digital, Eropa masih sangat bergantung pada aktor eksternal, terutama perusahaan Amerika. Saat ini, sebagian besar infrastruktur cloud, mesin pencari, jejaring sosial, sistem operasi ponsel, dan bahkan banyak layanan yang digunakan oleh pemerintah Eropa disediakan oleh perusahaan seperti Google, Microsoft, Amazon, Apple, dan Meta.

Dari perspektif hukum dan strategis, kekhawatiran utama Eropa tidak semata-mata ekonomi. Apa yang mendorong Brussel menyusun paket ini adalah kekhawatiran tentang kerentanan kedaulatan di saat krisis geopolitik. Pengalaman perang Ukraina, meningkatnya persaingan antara Amerika dan China, serta diskusi terkait akses lintas batas pemerintah Amerika terhadap data yang disimpan di server perusahaan Amerika, telah membawa para pembuat kebijakan Eropa pada kesimpulan bahwa ketergantungan digital dapat menjadi alat untuk memberikan tekanan politik.

Dalam kerangka ini, Komisi Eropa berupaya mengembangkan infrastruktur cloud Eropa, meningkatkan kapasitas pusat data, mendukung perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, dan memperkuat produksi semikonduktor di dalam Uni. Kebijakan-kebijakan ini melanjutkan strategi yang telah dimulai dalam beberapa tahun terakhir dengan disahkannya European Chips Act, pembangunan pabrik-pabrik kecerdasan buatan, dan pengembangan proyek-proyek komputasi cloud independen.

Your Comment

You are replying to: .
captcha