Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Syekh Ali Al-Khatib, Wakil Ketua Majelis Islam Tertinggi Syiah Lebanon, dalam pidatonya di "KTT Spiritual Islam-Kristen" yang diadakan di Rumah Klan Mohedan Druze di Fardan, Beirut, menggambarkan serangan Israel sebagai contoh "barbaritas dan barbarisme" dan mengatakan bahwa tindakan ini berlanjut dengan dukungan Amerika Serikat dan dalam bayang-bayang kesunyian. komunitas internasional. Ia menyatakan harapannya bahwa pertemuan para pemimpin agama Lebanon akan menjadi pesan pemersatu bagi seluruh masyarakat Lebanon melawan serangan-serangan ini dan menekankan perlunya solidaritas nasional dan rakyat untuk mengatasi tahap ini.
Merujuk pada bahaya yang menurutnya mengancam seluruh Lebanon dan seluruh kelompoknya, ia sekali lagi menegaskan dukungannya terhadap "proyek pemerintah" dan mengatakan bahwa ia tidak memiliki rencana politik tersendiri di luar kerangka pemerintahan. Al-Khatib menyerukan pembentukan pemerintahan yang kuat, adil dan suportif; Sebuah pemerintahan yang dapat mempertahankan perbatasan dan kedaulatan Lebanon, menegakkan keadilan di antara seluruh warga negara, mengatur perekonomian negara, mengembalikan properti para deposan, dan mengatur proses rekonstruksi dan pemulangan para pengungsi.
Dia juga mengatakan bahwa pendudukan Israel tidak boleh dipaksakan pada Lebanon dan menghadapinya adalah tanggung jawab nasional dan hak yang sah. Menurut al-Khatib, pengalaman beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa hanya mengandalkan negosiasi untuk memaksa Israel mundur tidak membuahkan hasil. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah Lebanon untuk mempertimbangkan kembali posisinya dan setidaknya menentang negosiasi apa pun dalam kondisi di mana serangan dan perluasan pendudukan terus berlanjut. Pada akhirnya, sembari mengapresiasi masyarakat Lebanon yang telah menampung para pengungsi dan negara-negara pendukung Lebanon, beliau menekankan perlunya menjaga persatuan internal dan menjauhi hasutan.
Your Comment