Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Anggota Parlemen Eropa, Hannah Newman, mengkritik kemungkinan keputusan Uni Eropa untuk berbicara dengan Taliban tentang kembalinya pengungsi Afghanistan dan meminta untuk tidak mengundang perwakilan kelompok ini ke Brussels.
Pada hari Selasa, 12 Juni, Newman mengumumkan melalui pesan di jejaring sosial X bahwa perwakilan Taliban tidak boleh diundang ke ibu kota Belgia untuk bernegosiasi.
Ia menekankan bahwa setiap pengabaian prinsip-prinsip dan nilai-nilai kebijakan luar negeri Uni Eropa sebagai imbalan atas perjanjian terkait deportasi imigran, dapat mempertanyakan kredibilitas dan keamanan serikat ini.
Anggota Parlemen Eropa yang sudah berkali-kali mengkritik kebijakan interaksi dengan Taliban ini, sekali lagi menegaskan bahwa melegitimasi kelompok ini dan membuat kesepakatan politik dengannya tidak dapat diterima dan tidak boleh dijauhkan dari nilai-nilai hak asasi manusia dengan dalih menyelesaikan masalah migrasi.
Komentar Newman muncul ketika beberapa sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bulan lalu bahwa Uni Eropa sedang mempertimbangkan untuk mengundang delegasi Taliban ke Brussels untuk membahas kembalinya pengungsi Afghanistan.
Usulan isu ini mendapat tanggapan luas dari lembaga hak asasi manusia dan pembela hak-hak imigran.
Para kritikus memperingatkan bahwa langkah seperti itu dapat memperkuat posisi politik Taliban, sementara situasi hak asasi manusia di Afghanistan terus mendapat kecaman luas dari komunitas internasional.
Sementara itu, Volker Turk, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, telah meminta pemerintah Eropa untuk mempertahankan komitmen hak asasi manusia mereka dalam kebijakan terkait migran Afghanistan dan menahan diri dari keputusan yang dapat melemahkan perlindungan pengungsi yang ada.
Selain itu, Federasi Hak Asasi Manusia Internasional dan puluhan organisasi hak asasi manusia Afghanistan dan internasional telah menyatakan keprihatinan mendalam mereka terhadap interaksi resmi dengan Taliban mengenai masalah kembalinya migran.
Lembaga-lembaga ini telah memperingatkan bahwa memulangkan warga Afghanistan ke negara yang terus menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan serta pembatasan hukum yang ketat dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi mereka yang kembali.
Terlepas dari kritik tersebut, Taliban belum bereaksi terhadap pernyataan baru Hannah Newman dan keberatan yang diajukan terhadap kemungkinan undangan kelompok tersebut ke Brussels.
Your Comment