Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Kataeb, Imam Ali (AS) dari kelompok perlawanan Islam di Irak mengumumkan hari ini, Selasa, keputusannya untuk memutuskan hubungan dengan Al-Hashd al-Shaabi dan memulai tindakan untuk memonopoli senjata di tangan pemerintah.
Menurut kantor berita resmi Irak, kelompok perlawanan Irak ini mengambil keputusannya sejalan dengan keinginan nasional dan keputusan kerangka koordinasi serta menekankan bahwa mereka berpegang teguh pada tanah suci ini dan pertahanannya di segala bidang.
Kataeb Imam Ali, saw, mengumumkan bahwa medan perang saat ini adalah pembentukan negara yang kuat dan kuat yang memiliki kedaulatan atas tanah dan wilayah udaranya serta bersatu.
Kelompok Irak ini menunjukkan bahwa tanggung jawab mereka saat ini adalah memonopoli senjata di tangan pemerintah, memperkuat institusi keamanan dan memperluas supremasi hukum.
Kemarin, kerangka koordinasi mengumumkan dukungannya terhadap monopoli senjata di tangan pemerintah dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ali al-Zaidi, Perdana Menteri dan Panglima Angkatan Bersenjata Irak.
Your Comment