Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Mantan Duta Besar AS untuk NATO Uwe Daalder berpendapat dalam sebuah wawancara dengan radio NPR bahwa Amerika Serikat, meskipun memiliki tentara terbesar dan tercanggih di dunia, telah gagal mencapai tujuan politiknya dalam sebagian besar perang yang dilancarkannya sejak Perang Vietnam hingga Perang Iran.
“Perang tanpa tujuan politik yang jelas”
Dalder mengaitkan kegagalan ini dengan kesalahpahaman Washington tentang konsep perang. Menurutnya, pemerintah AS berulang kali berasumsi bahwa penggunaan kekuatan militer secara ekstensif saja dapat mencapai tujuan politik yang diinginkan, sementara pengalaman Vietnam, Afghanistan, Irak, dan sekarang Iran telah menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak membuahkan hasil.
Pelanggaran Trump terhadap kesepakatan nuklir 2015; titik balik dalam krisis
Membela kesepakatan nuklir 2015, Daalder mengatakan bahwa kesepakatan tersebut telah membatasi kemampuan Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Ia menyatakan bahwa jika pemerintahan Donald Trump tidak menarik diri dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018, Iran hanya akan memiliki sejumlah kecil uranium yang diperkaya rendah saat ini dan situasi saat ini tidak akan terjadi.
“Tekanan militer belum menghilangkan ancaman nuklir”
Ia mengklarifikasi bahwa mengganti kesepakatan nuklir dengan tekanan militer telah gagal menghilangkan ancaman nuklir yang diklaim oleh AS. Daalder mengatakan Iran sekarang memiliki persediaan uranium yang diperkaya jauh lebih besar, akibat dari pengabaian kesepakatan yang menurutnya telah "berhasil."
Perang yang bisa menjadi bumerang
Mantan duta besar AS untuk NATO itu juga memperingatkan bahwa serangan militer AS terhadap Iran dapat meningkatkan insentif Teheran untuk mempertahankan atau mengembangkan kemampuan nuklir. Ia menunjuk pada pengalaman Ukraina dan mengatakan bahwa serangan militer baru-baru ini kemungkinan akan memperburuk ancaman nuklir dalam jangka panjang, daripada menghilangkannya, dan bahwa ini bisa menjadi warisan terpenting dari perang tersebut.
Your Comment