Menurut laporan kantor berita ABNA, surat kabar Yedioth Aharonoth mengakui bahwa otoritas Kroasia selama 7 bulan belum menyetujui surat kepercayaan duta besar rezim Zionis.
Sebelumnya juga pada September 2025, Presiden Kroasia, karena kelanjutan serangan rezim Zionis ke Jalur Gaza, menolak untuk bertemu dengan Gideon Sa'ar, Menteri Luar Negeri rezim tersebut, di Zagreb.
Ia menyatakan: Jika saya harus bertemu dengan salah satu anggota kabinet itu, itu berarti menerima kekerasan, genosida, dan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel.
Your Comment