Menurut laporan ABNA, NBC News mengutip Asosiasi Mobil Amerika melaporkan bahwa harga bahan bakar telah meningkat 50 persen sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran pada bulan Februari lalu.
Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa frustrasi yang meningkat telah menyebar di antara para legislator Republik. Mereka mengatakan bahwa Partai Republik menghabiskan waktu berharga untuk masalah yang tidak bernilai bagi warga Amerika.
Dalam laporan ini disebutkan bahwa Kongres yang dipimpin Republik menghadapi ketidakpuasan ekonomi yang meningkat akibat hasutan perang Donald Trump terhadap Iran. Partai Republik berusaha mencapai konsensus tentang rencana apa pun untuk mengatasi biaya hidup di Amerika dalam waktu kurang dari enam bulan sebelum pemilu paruh waktu.
Perwakilan Demokrat Jason Crow sebelumnya mengatakan: Trump tidak peduli dengan meningkatnya biaya dan masalah warga Amerika.
Perwakilan Demokrat lainnya, Iana Bresley, menegaskan: Harga bensin, biaya hidup, dan asuransi telah naik dan mencapai tingkat tertinggi mereka. Trump kembali menegaskan bahwa dia tidak peduli dengan upaya menurunkan harga atau kesejahteraan finansial warga Amerika.
Di tengah meningkatnya biaya hidup di Amerika Serikat akibat hasutan perang negara tersebut melawan Iran, laporan media menekankan kenaikan harga bahan bakar di Amerika.
Your Comment