5 Mei 2026 - 22:06
Tekanan Baru terhadap Gedung Putih agar Mengakui Senjata Nuklir Israel di Tengah Perang-perang Kawasan

Sejumlah anggota parlemen Demokrat di Kongres Amerika Serikat mengirim surat resmi kepada Gedung Putih dan pemerintahan Donald Trump. Mereka meminta agar status nuklir rezim Zionis diperjelas dan kebijakan Washington terhadap kemungkinan arsenal nuklir rezim tersebut diumumkan secara tegas.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — sejumlah anggota Demokrat Kongres Amerika Serikat, dalam sebuah langkah yang jarang terjadi, telah mengirim surat resmi kepada Gedung Putih dan pemerintahan Donald Trump. Dalam surat itu, mereka meminta transparansi mengenai status nuklir rezim Zionis, termasuk apakah terdapat bukti terdokumentasi tentang keberadaan arsenal nuklir yang dimiliki Israel atau tidak, serta apa kebijakan resmi pemerintah Amerika dalam hal ini.

Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan telah diperoleh surat kabar Washington Post. Dalam surat itu ditekankan perlunya mengambil posisi yang “jelas dan konsisten” terkait program nuklir Israel.

Para anggota Demokrat dalam surat tersebut, dengan menyinggung perang yang sedang berlangsung di kawasan, yang dibenarkan dalam kerangka “pencegahan penyebaran senjata nuklir”, menegaskan bahwa berlanjutnya ambiguitas nuklir mengenai Israel tidak lagi sesuai dengan perkembangan lapangan dan politik di Asia Barat.

Mereka mengingatkan bahwa selama lebih dari setengah abad, kebijakan diam dan ambigu, berdasarkan kesepahaman tidak tertulis antara Washington dan Tel Aviv, telah memungkinkan rezim Zionis menjalankan program nuklirnya tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban internasional. Pendekatan inilah yang kini dipertanyakan oleh sebagian kalangan politik Amerika.

Berdasarkan laporan ini, lebih dari 29 anggota Demokrat di bawah kepemimpinan Joaquin Castro meminta pemerintah Amerika secara resmi mengakui “program nuklir yang tidak diumumkan” milik Israel dan memecah kebisuan yang berlangsung selama beberapa dekade.

Dalam surat itu disebutkan bahwa bahaya “kesalahan perhitungan, eskalasi ketegangan, dan penggunaan nuklir” dalam kondisi saat ini bukan sekadar asumsi teoretis. Kongres, untuk menilai keseimbangan nuklir di Timur Tengah dan rencana-rencana pemerintah Amerika jika krisis meningkat, membutuhkan informasi yang lengkap dan transparan; informasi yang menurut para penulis surat, hingga kini belum diberikan kepada mereka.

Sementara Tel Aviv membantah memiliki senjata nuklir, para pengamat mengingatkan bahwa program nuklir rezim ini telah dikembangkan secara rahasia sejak akhir dekade 1950-an. Israel hingga kini juga belum pernah menyampaikan doktrin yang jelas mengenai cara dan kondisi penggunaan kemampuan nuklir yang diklaim tersebut.

Menurut para analis, surat ini mencerminkan perubahan bertahap namun penting di dalam Partai Demokrat terkait isu Israel. Perubahan ini semakin tampak di tengah kritik yang terus meningkat terhadap perang-perang rezim tersebut di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, serta dalam konteks ketegangan yang berkaitan dengan perang yang sedang berlangsung di Iran. Hal ini sekaligus menantang kebijakan lama Washington yang bersikap ganda dalam isu nuklir.

Your Comment

You are replying to: .
captcha