28 April 2026 - 12:45
Source: ABNA
Rusia: Iran berhak membatasi lalu lintas di Selat Hormuz

Seorang pejabat senior Rusia menyatakan bahwa, mengingat agresi Washington dan Tel Aviv terhadap wilayah Iran, Teheran berhak membatasi lalu lintas di Selat Hormuz.

Menurut laporan agensi berita Abna yang mengutip situs Kaliber, Vassily Nebenzia, duta besar Rusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam sidang Dewan Keamanan, menuduh negara-negara Barat berpura-pura dan mengatakan bahwa Iran berhak membatasi lalu lintas di Selat Hormuz.

Nebenzia menambahkan: Ada upaya untuk menimpakan seluruh tanggung jawab atas pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz kepada Iran, seolah-olah Iran-lah yang menyerang tetangganya dan secara sengaja mengganggu perjalanan melalui Selat Hormuz.

Ia menambahkan: Selama perang, negara pantai yang diserang dapat membatasi lalu lintas di perairannya untuk menjamin keamanan.

Nebenzia juga mengkritik keras negara-negara Barat dan membandingkan tindakan mereka dengan pembajakan laut. Ia mengutuk serangan Ukraina menggunakan drone udara dan laut jarak jauh terhadap kapal tanker yang terkait dengan Rusia di Laut Mediterania, serta dukungan Eropa terhadap serangan Ukraina terhadap kapal dagang Rusia di Laut Hitam.

Duta besar Rusia di PBB berkata: Berbeda dengan perompak laut yang mengibarkan bendera hitam dengan gambar tengkorak dan tulang silang di kapal mereka, negara-negara Barat mencoba menyembunyikan tindakan ilegal mereka dengan merujuk pada tindakan paksa sepihak.

Nebenzia menambahkan: Ini hanyalah penutup permukaan yang bertujuan untuk menyembunyikan fakta bahwa Uni Eropa terlibat dalam perampasan terbuka di laut.

Rusia dan Tiongkok pada awal bulan ini, memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan yang menuntut pengambilan alih kendali Selat Hormuz dari tangan Iran.

Your Comment

You are replying to: .
captcha