Menurut laporan agensi berita Abna, Kyle Shostak, direktur perusahaan investasi Amerika "Navigator Principal Investors", dalam wawancara dengan RIA Novosti mengatakan: Agresi militer Amerika terhadap Iran dapat mendorong ekonomi global menuju resesi yang panjang, dan semakin lama konflik berlangsung, semakin berat dampaknya.
Ia menambahkan: Perusahaan-perusahaan di negara-negara berkembang, terutama di Asia dan Afrika, adalah perusahaan yang paling rentan terhadap krisis ekonomi.
Perang di Ukraina dan pada saat yang sama agresi Amerika dan rezim Zionis ke tanah Iran telah membakar krisis energi di dunia.
Uni Eropa telah menyerukan penghematan energi dan penggunaan kerja jarak jauh (WFH) di sektor swasta dan publik untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Your Comment