Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Ayatullah Nouri Hamedani dalam pertemuan dengan sejumlah ulama dan akademisi hauzah menyatakan: Hari ini, alhamdulillah, para ulama yang terhormat berada di sisi rakyat, dan memang seharusnya demikian. Tugas kita adalah menjelaskan persoalan-persoalan kepada masyarakat. Sebagaimana nama-nama yang Anda sebutkan, seperti para khatib terhormat, Tuan Nazari Monfared, Kashani, dan Rafiei, mereka dengan ceramah-ceramah di berbagai pertemuan telah menjaga semangat rakyat. Karena itu, hendaknya dihindari hal-hal yang bukan tugas seorang penuntut ilmu, yang pengaruhnya tidak seperti ceramah, dan kadang bahkan bisa berakibat sebaliknya.
Ia menambahkan: Tentu saya tekankan, sebagaimana para pelajar hauzah hadir pada malam hari dalam program-program dan perkumpulan rakyat ini, pada siang hari pun mereka harus tetap mengadakan pembahasan dan tidak meliburkan diri. Dalam sejarah kita terdapat contoh, bahwa dalam suatu peperangan ketika Sayyid Muhammad Mujahid dan empat puluh mujtahid, salah satunya almarhum Naraqi, berada di medan, pembahasan ilmiah pun tetap berlangsung di tempat itu.
Marja agung dunia Syiah itu selanjutnya mengatakan: Hendaknya Anda semua memperhatikan, seluruh upaya musuh adalah menciptakan perpecahan. Sampaikan hal ini dan jelaskan skenario musuh. Hari ini menjaga persatuan adalah wajib dan menciptakan perpecahan adalah haram. Jika ada perbedaan selera atau pandangan, maka dalam kondisi saat ini semua harus bersatu di bawah poros Wilayatul Faqih dan Pemimpin Tertinggi Revolusi, serta mendukung angkatan bersenjata yang berada di medan jihad dan para pejabat yang sedang mengabdi.
Ayatullah Nouri Hamedani, dengan menyinggung kondisi sensitif negara, mengatakan: Hari ini mengelola negara dalam kondisi seperti ini bukan perkara mudah. Pemerintah dan Presiden yang terhormat bekerja siang dan malam. Saya meyakini bahwa jika kita bertawakal kepada Allah, maka kita akan menang menghadapi musuh-musuh yang selama hampir 50 tahun selalu memikirkan cara untuk memukul Iran.
Marja taklid kaum Syiah itu, menjawab pertanyaan salah seorang pengajar mengenai ibadah haji tahun ini dan kondisi yang ada, menyatakan: Secara umum, jika ada rasa takut dan ancaman terhadap keselamatan jiwa, maka kewajiban untuk haji menjadi gugur.
Your Comment