23 April 2026 - 14:21
Source: ABNA
Penekanan pada Peran Humanisasi Alquran dalam Konferensi Internasional Oman

Para pembicara pada hari pertama Konferensi Alquran Internasional Oman menekankan pentingnya umat Muslim memanfaatkan potensi humanisasi Alquran di zaman modern.

Times of Oman melaporkan bahwa Konferensi Internasional tentang “Alquran dan Humanisasi” dimulai kemarin, 11 April, di Muscat, ibu kota Oman.

Konferensi dua hari ini bertujuan untuk meneliti peran Alquran dalam perkembangan intelektual dan moral individu serta kemampuannya untuk membentuk masa depan manusia berdasarkan pendidikan, nilai-nilai, dan identitas.

Sejumlah pakar ilmu Alquran dan fikih Islam dari dalam dan luar Kesultanan Oman telah berpartisipasi dalam konferensi ini, yang diselenggarakan di Universitas Sultan Qaboos di Muscat.

Pada hari pertama konferensi ini, Syekh Ahmed bin Hamad Al-Khalili, Mufti Agung Oman, menyatakan dalam pidatonya: "Peristiwa terbesar dalam sejarah adalah turunnya kitab suci ini, yang membangkitkan pikiran dan menerangi jalan kehidupan manusia."

Ia melanjutkan: Alquran, sebagaimana yang telah Allah SWT gambarkan, adalah “petunjuk bagi umat manusia dan bukti nyata petunjuk dan kriteria,” dan sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya Alquran ini membimbing kepada yang paling teguh,” dan Dia berfirman: “Dan Kami turunkan dalam Alquran sesuatu yang menyembuhkan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Mufti Agung Oman menyerukan kepada umat Muslim untuk menjadi teladan bagi umat manusia dan menggali Alquran secara mendalam untuk mengungkap kebenaran yang masih diselimuti misteri.

Khalil bin Ahmed Al-Khalili, Ketua Dewan Direksi Yayasan Wakaf Imam Jaber bin Zayed di Oman, juga menyatakan dalam pidatonya: “Tujuan konferensi ini adalah untuk menunjukkan dampak Alquran terhadap perkembangan manusia dan hubungannya dengan Sang Pencipta, yang memungkinkan individu untuk layak mengemban tanggung jawab pengelolaan di bumi.”

Beliau menyatakan bahwa umat manusia saat ini masih hidup dalam kebingungan dan kekacauan di tengah pendekatan intelektual yang terpisah dari wahyu ilahi. Tanpa ragu, jalan keluar dari realitas yang kacau ini adalah dengan kembali kepada kompas Alquran yang mencapai keseimbangan antara jiwa dan raga, menjaga martabat manusia, dan memperkuat umat.

Pada sesi pertemuan utama konferensi yang berjudul "Alquran dan Humanisasi," ditekankan pentingnya Alquran sebagai otoritas tertinggi dalam membentuk pemikiran manusia dan mengatur hubungan antara sains dan nilai-nilai, dan para pembicara menyerukan umat Islam untuk mempertimbangkan kembali penggunaan Alquran dalam mempersatukan pandangan Islam dan mengatasi perbedaan intelektual.

Pada hari pertama konferensi, yang diselenggarakan atas upaya Yayasan Wakaf Imam Jaber bin Zaid, lima makalah dipresentasikan, di mana para pembicara membahas Alquran sebagai otoritas utama bagi perkembangan dan peradaban manusia.

Your Comment

You are replying to: .
captcha